Hotspot Karhutla Terdeteksi di Dolok Silau, Polisi Temukan Lahan Terbakar 3 Rante

SIMALUNGUN, METRODAILY — Titik panas atau hotspot terdeteksi di Nagori Dolok Mariah, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun. Polisi yang turun memverifikasi lokasi menemukan lahan warga terbakar sekitar 3 rante, namun api sudah padam saat petugas tiba.
Pengecekan dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Dolok Silau, Brigadir Rianto Perangin-angin, bersama Pangulu Nagori Dolok Mariah, Senin (31/8) sekitar pukul 09.00 WIB.
Informasi hotspot tersebut diterima melalui aplikasi Lancang Kuning, yang digunakan untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca Juga: Sidak Pasar Horas, Pemko Siantar Temukan Harga Ayam Rp48 Ribu dan Beras Premium Rp16.700
Kapolsek Dolok Silau AKP M Nasir Daulay mengatakan, informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan ke titik yang terdeteksi.
"Bhabinkamtibmas Brigadir Rianto Perangin-angin bersama Pangulu Nagori Dolok Mariah langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan verifikasi titik hotspot yang berada di kawasan perladangan warga," kata Nasir.
Hasil pemeriksaan menunjukkan hotspot berada di lahan milik masyarakat yang sudah lama tidak dibuka. Lahan yang terbakar diperkirakan seluas 3 rante.
Namun, tidak ditemukan api yang masih menyala ketika personel tiba di lokasi.
"Dari hasil pengecekan di lapangan, titik api pada lahan tersebut dalam keadaan sudah padam saat personel tiba di lokasi," ungkap Nasir.
Meski api telah padam, polisi tetap memberikan perhatian terhadap potensi munculnya kembali kebakaran. Kondisi lahan dan cuaca pada musim kemarau dinilai dapat meningkatkan risiko api meluas jika pembakaran dilakukan secara sembarangan.
Baca Juga: Program CSR PT Sapta Medika, 50 Pekerja Rentan di Batu Bara Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Dalam pemeriksaan, personel juga menghadapi kendala teknis. Sinyal GPS di lokasi lemah sehingga proses pelaporan hasil verifikasi melalui aplikasi Lancang Kuning tidak dapat dilakukan secara real time.



