Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Diduga Hina Vinicius, Prestianni Diskors UEFA! Absen Lawan Madrid

Editor Satu • Rabu, 25 Februari 2026 | 06:20 WIB
Vinicius Junior berdebat dengan Gianluca Prestianni dalam laga Benfica vs Real Madrid di playoff Liga Champions 2025/2026.
Vinicius Junior berdebat dengan Gianluca Prestianni dalam laga Benfica vs Real Madrid di playoff Liga Champions 2025/2026.
 
METRODAILY - UEFA menjatuhkan sanksi sementara kepada gelandang Benfica, Gianluca Prestianni, atas dugaan tindakan diskriminatif terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior.

Prestianni dipastikan absen pada leg kedua playoff Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) pukul 03.00 WIB. Keputusan tersebut bersifat sementara sambil menunggu hasil investigasi final.

Kasus ini bermula pada leg pertama di Lisbon, 17 Februari 2026. Tak lama setelah Vinicius mencetak gol ke gawang Benfica, Prestianni diduga melontarkan kata “monyet”.

Baca Juga: Pelari Indonesia Tembus Elite Asia! Daniel Top 8 di Jepang, Irma di Korsel

Vinicius melaporkan insiden tersebut kepada wasit Francois Letexier. Pertandingan sempat dihentikan selama delapan menit untuk menjalankan protokol anti-rasisme UEFA.

Insiden itu memicu sorotan luas, mengingat Vinicius telah berulang kali menjadi korban tindakan rasis selama berkarier di Spanyol.

Saling Bantah dan Kesaksian Mbappe

Prestianni membantah tuduhan tersebut. Dalam laporan ESPN, ia mengaku mengucapkan kata “maricon” (istilah penghinaan dalam bahasa Spanyol) dan bukan “mono” (monyet).

Baca Juga: Bungkam Rumor Tinggalkan Al Nassr, Ronaldo Tegas: Saya Milik Arab Saudi!

Namun penyerang Madrid, Kylian Mbappe, mengklaim mendengar Prestianni menyebut kata “monyet” hingga lima kali.

Baik Benfica maupun Real Madrid menyatakan membela pemain masing-masing sembari menunggu hasil investigasi resmi.

UEFA menunjuk Inspektur Etika dan Disiplin (EDI) untuk mengusut kasus ini. Berdasarkan laporan sementara EDI, Komite Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA (CEDB) menjatuhkan skors satu pertandingan kepada Prestianni karena dugaan pelanggaran prima facie Pasal 14 Regulasi Disiplin UEFA terkait perilaku diskriminatif.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menegaskan bahwa sanksi ini tidak mengurangi kemungkinan hukuman lanjutan setelah investigasi rampung.

Baca Juga: Diisukan Punya 3 SPPG, Ketua Satgas MBG Tanjungbalai Membantah

Jika terbukti bersalah, Prestianni terancam hukuman minimal 10 pertandingan di kompetisi klub UEFA. Benfica juga dapat diwajibkan menjalankan program edukasi anti-diskriminasi terhadap pemainnya.

Vinicius dan Luka Lama Rasisme

Kasus ini kembali menyoroti rentetan tindakan rasis yang dialami Vinicius. Selama membela Real Madrid, pemain Brasil tersebut telah menjadi target pelecehan rasial lebih dari 20 kali. Sejumlah pelaku di Spanyol bahkan telah dijatuhi hukuman pidana.

Dengan investigasi yang masih berjalan, keputusan final UEFA akan menjadi preseden penting dalam penegakan aturan anti-diskriminasi di kompetisi Eropa. (dtc)

Editor : Editor Satu
#uefa #vinicius junior #Gianluca Prestianni