SIDIMPUAN, METRODAILY – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Padangsidimpuan dan sekitarnya masih belum teratasi. Hingga Senin (2/2/2026) sore, antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak mengisi Pertalite dan Biosolar tampak mengular di sejumlah SPBU.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang terjadi hampir di seluruh SPBU, salah satunya SPBU 14.227.316 Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Warga rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM.
“Sudah makin panjang saja antreannya. Capek kali kami harus menunggu lama hanya untuk dapat minyak,” ujar Saipul, pengendara sepeda motor yang ikut mengantre.
Baca Juga: Korupsi Dana Desa Rp776 Juta, Mantan Kades di Samosir Dituntut 5 Tahun Penjara
Menurut Saipul, kelangkaan BBM telah berlangsung hampir sepekan terakhir. Situasi serupa tidak hanya terjadi di Padangsidimpuan, tetapi juga meluas ke wilayah lain di Sumatera Utara bagian selatan.
“Katanya di Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, sampai Mandailing Natal juga sama. Tapi di Medan tidak ada antrean seperti ini. Katanya lagi kapal tanker BBM dari Sibolga terlambat, padahal cuaca kelihatan normal,” keluh mahasiswa yang sedang menempuh studi di Medan tersebut.
Keluhan serupa disampaikan Andre, pedagang sayur yang sehari-hari menggunakan becak barang. Ia bahkan meminta perhatian langsung Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait kondisi kelangkaan BBM yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Pejabat Negara Masih Minim Lapor Harta Kekayaan, LHKPN Baru 32,52 Persen
“Katanya stok BBM cukup waktu Pak Menteri datang ke Batang Toru. Tapi kenyataannya kami susah dapat minyak. Sudah dagangan sepi, ditambah lagi harus buang waktu antre BBM,” ujarnya.
Andre juga menyoroti maraknya praktik penjualan BBM eceran dengan harga tinggi. Ia menyebut harga Pertalite di tingkat eceran kini mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter, jauh di atas harga resmi.
“Kalau beli eceran, tekor kami. Terpaksa antre di SPBU meski lama,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Padangsidimpuan masih terlihat padat. Warga berharap distribusi BBM segera kembali normal agar aktivitas ekonomi tidak semakin terganggu. (net)
Editor : Editor Satu