Prabowo Kumpulkan Ray Dalio dan Pengusaha Besar Bahas Danantara
Editor Satu• Sabtu, 8 Maret 2025 | 07:50 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto mengundang investor legendaris asal AS, Ray Dalio, serta sejumlah pengusaha ternama Indonesia.
JAKARTA, METRODAILY - Presiden RI Prabowo Subianto mengundang investor legendaris asal AS, Ray Dalio, serta sejumlah pengusaha ternama Indonesia untuk memberikan masukan kritis terkait arah investasi nasional melalui BP Investasi Danantara.
Pertemuan ini digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/3), dengan fokus pada strategi pengelolaan aset dan investasi Indonesia di masa depan.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya menerima pandangan kritis guna memastikan Danantara dikelola dengan baik dan mampu bersaing secara global.
“Saya rasa Anda berada dalam posisi yang dapat berbicara kepada kami secara terbuka dan kritis. Kami selalu memerlukan nasihat-nasihat kritis dan keberanian untuk belajar dari satu sama lain. Inilah kuncinya,” ujar Prabowo di hadapan para tokoh bisnis.
Prabowo turut mengundang sejumlah konglomerat yang telah memiliki pengalaman panjang dalam bisnis dan investasi. Beberapa nama besar yang hadir antara lain:
Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam)
Tomy Winata
Chairul Tanjung
Hashim Djojohadikusumo
James Riady
Prajogo Pangestu
Garibaldi Thohir
Sugianto Kusuma (Aguan)
Hilmi Panigoro
Franky Oesman Widjaja
Anthony Salim
Dari pihak Danantara, hadir CIO Pandu Sjahrir dan COO Dony Oskaria. Beberapa menteri terkait juga turut mengikuti diskusi, seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
"Kita mengundang semua pihak yang bisa memberi pandangan kritis dan berbagi pengalaman mereka dalam investasi. Ini penting untuk memastikan bahwa aset-aset Indonesia dikelola dengan efisiensi dan daya saing tinggi," jelas Prabowo.
Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan strategi terbaik bagi Danantara dalam mengelola aset nasional secara transparan dan bertanggung jawab.
Prabowo menekankan bahwa pengelolaan investasi harus dilakukan dengan hati-hati agar berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
"Kami ingin memastikan aset-aset Indonesia dikelola sebaik mungkin, dengan penuh kehati-hatian, dan mampu bersaing di tingkat global," katanya.
Prabowo juga menegaskan bahwa Danantara harus bergerak cepat namun tetap mengedepankan ketelitian dalam setiap langkahnya.
"Kita akan bergerak cepat, tapi juga dengan sangat teliti dan hati-hati," pungkasnya.
Sehari sebelumnya, Kamis (6/3), Prabowo juga telah mengundang delapan pengusaha besar ke Istana untuk membahas isu strategis, termasuk program makan bergizi gratis, penguatan industri tekstil, swasembada pangan dan energi, serta industrialisasi.
Dalam pertemuan itu, turut dibahas pula peran Danantara dalam mendorong investasi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. (Rel)