Advertisement

Laba Indosat Naik 37,2 Persen pada 2026, Pendapatan AI Cloud Dibidik US$100 Juta

E
Penulis: Editor Satu❯
Indosat Ooredoo Hutchison membukukan laba bersih Rp4,9 triliun pada sembilan bulan pertama 2026 dan menargetkan pendapatan AI Cloud mencapai US$100 juta hingga akhir tahun. (Foto: Dok. Indosat)
Indosat Ooredoo Hutchison membukukan laba bersih Rp4,9 triliun pada sembilan bulan pertama 2026 dan menargetkan pendapatan AI Cloud mencapai US$100 juta hingga akhir tahun. (Foto: Dok. Indosat)

Advertisement

JAKARTA, METRODAILY — PT Indosat Tbk membukukan laba bersih Rp4,9 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 37,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di saat bisnis telekomunikasi tetap menjadi penopang utama, perusahaan mulai mengandalkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai sumber pendapatan baru.

Dalam laporan kinerja hingga September 2026, Indosat mencatat pendapatan Rp45,8 triliun, meningkat 11 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). EBITDA mencapai Rp21,1 triliun.

Perusahaan menyebut pertumbuhan tersebut ditopang bisnis inti telekomunikasi sekaligus investasi pada infrastruktur dan layanan AI.

Kinerja itu memperkuat strategi Indosat untuk bertransformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis AI atau AI TechCo. Namun, konektivitas tetap menjadi fondasi bisnis, dengan perusahaan berupaya meningkatkan pendapatan dari pelanggan sekaligus memperluas layanan digital.

Advertisement

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, kekuatan bisnis telekomunikasi memberi ruang bagi perusahaan untuk membiayai tahap pertumbuhan berikutnya, termasuk pengembangan infrastruktur dan solusi AI.

“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum,” kata Vikram dalam keterangan perusahaan, Kamis (29/10/2026).

Pendapatan AI Cloud Melonjak

Salah satu sumber pertumbuhan baru Indosat berasal dari bisnis Indosat AI Cloud. Pendapatan layanan ini mencapai US$50 juta selama sembilan bulan pertama 2026, melampaui pendapatan sepanjang 2025 yang tercatat US$28 juta.

Indosat memperkirakan pendapatan AI Cloud dapat mencapai US$100 juta hingga akhir 2026. Target tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap komputasi AI dan layanan cloud.

Perusahaan tidak hanya mengembangkan produk AI, tetapi juga membangun ekosistem terintegrasi yang mencakup konektivitas, jaringan serat optik, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.

Advertisement
Editor : Editor Satu

Artikel Terkait

RUPSLB Indosat Perpanjang Jabatan CEO Vikram Sinha, Strategi AI Diperluas

RUPSLB Indosat Perpanjang Jabatan CEO Vikram Sinha, Strategi AI Diperluas

RUPSLB Indosat memperpanjang jabatan CEO Vikram Sinha dan memperkuat strategi AI North Star, termasuk AI Factory, talenta digital, dan AI-RA

Indosat 5G Perkuat Koneksi Digital di Medan, dari Mabar, Live Stream, hingga AI

Indosat 5G Perkuat Koneksi Digital di Medan, dari Mabar, Live Stream, hingga AI

Indosat memperkuat jaringan 5G di Medan untuk mabar, streaming, konten hingga AI, sekaligus membekali lebih dari 10.000 pelajar Sumut.

Trafik Data Indosat di Sumut Melonjak 36,3%, Jaringan 5G Terus Diperluas

Trafik Data Indosat di Sumut Melonjak 36,3%, Jaringan 5G Terus Diperluas

Indosat Region North Sumatra mencatat trafik data tertinggi di Sumatra dengan pertumbuhan 36,3 persen, didukung 15.000 BTS 4G dan 360 BTS 5G

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer