Danau Toba Dikaji Jadi KEK, BI Ungkap Syarat agar Wisatawan Betah Lebih Lama

Editor Satu • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 10:41 WIB
Wendy Walters saat bermain jetski di Danau Toba.
Wendy Walters saat bermain jetski di Danau Toba.

MEDAN, METRODAILY — Danau Toba tengah dikaji untuk dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata. Kajian tersebut dilakukan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Ameriza M Moesa mengatakan kajian itu masih berlangsung untuk melihat potensi serta kesiapan Danau Toba dikembangkan sebagai KEK, dengan membandingkannya dengan kawasan pariwisata yang telah lebih dahulu berstatus KEK, seperti KEK Tanjung Lesung di Banten.

"Saat ini, kami melakukan kajian bersama BRIN untuk melihat potensi wisata Danau Toba menjadi kawasan ekonomi khusus, seperti di KEK Tanjung Lesung, Banten," ujar Ameriza di Medan, Sabtu (8/8).

Baca Juga: 38 Pramuka Siantar Bertolak ke Jamnas XII Cibubur, Bawa Nama Kota

Menurut dia, Danau Toba memiliki modal pariwisata yang kuat, mulai dari panorama alam, budaya, hingga berbagai potensi destinasi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan.

Namun, pengembangan kawasan wisata tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik destinasi. BI menilai ekosistem paket perjalanan juga perlu diperkuat agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan ketika berkunjung ke Danau Toba.

Ameriza mengatakan paket wisata di Danau Toba saat ini masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan daerah tujuan wisata seperti Bali dan Yogyakarta.

Baca Juga: Raline Shah Pamer Sunset di Saint-Tropez, Tampil Kasual Pakai Blazer Navy dan Gaun Satin 

"Kalau di Bali dan Yogyakarta, saat dibuka melalui aplikasi, paket wisata sangat banyak pilihan dan sudah lengkap untuk memenuhi perjalanan berwisata di daerah tersebut," katanya.

Karena itu, BI mendorong pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata memperbanyak serta mengintegrasikan paket wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.

Dorong Lama Tinggal Wisatawan

Menurut Ameriza, semakin banyak pilihan paket wisata akan memberi ruang bagi wisatawan untuk mengeksplorasi lebih banyak destinasi di kawasan Danau Toba.

Baca Juga: RX King Kontra Truk di Asahan, 2 Pemuda Luka Parah

Dampaknya diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan di Sumatera Utara. Dengan waktu tinggal yang lebih panjang, belanja wisatawan berpotensi meningkat dan memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian daerah.

"Jadi diharapkan wisatawan bisa berlibur di Sumut semakin panjang, dan pengeluaran lebih banyak yang berpotensi menambah pemasukan daerah," ujarnya.

BI berharap penguatan sektor pariwisata, termasuk melalui pengembangan Danau Toba, dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian Sumatera Utara.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Asahan, Pengemudi CBR Tewas usai Tabrak Truk

BI Sumut memproyeksikan ekonomi Sumut tumbuh 4,9-5,7 persen pada 2026. Sementara untuk 2027, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 5,1-5,9 persen. (Net)

Editor : Editor Satu
bank indonesia danau toba