Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pantai Pasir Putih Toba Kembangkan Wisata Buah, Pengunjung Bisa Petik Durian

Editor Satu • Rabu, 18 Februari 2026 | 12:25 WIB

 

Herbet Napitupulu memperlihatkan bibit alpukat yang disiapkan untuk pengembangan wisata buah di Pantai Pasir Putih Danau Toba, Porsea.
Herbet Napitupulu memperlihatkan bibit alpukat yang disiapkan untuk pengembangan wisata buah di Pantai Pasir Putih Danau Toba, Porsea.

TOBA, METRODAILY – Pengelola Pantai Pasir Putih Danau Toba di Desa Parparean II, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba mulai mengembangkan konsep wisata buah sebagai inovasi untuk menarik minat pengunjung.

Pantai yang dikenal dangkal dan ramah anak di kawasan Danau Toba itu dinilai memiliki potensi besar untuk dikombinasikan dengan kebun buah, mengingat masih tersedianya lahan kosong yang bisa ditanami pohon keras.

Salah seorang pengelola pantai, Herbet Napitupulu, mengatakan pihaknya telah mulai menanam sejumlah pohon buah seperti mangga, alpukat, dan durian sebagai tahap awal pengembangan wisata tersebut.

Baca Juga: Kades Pamutaran Dipanggil Camat, Diduga Selingkuh dengan Bidan Desa

“Jika nanti sebagian lahan yang sudah ditanami mangga, alpukat, dan durian berbuah dalam tiga sampai lima tahun ke depan, itu bisa memanjakan wisatawan yang berkunjung,” ujar Herbet, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, ketergantungan pada wisata pantai semata berpotensi menimbulkan kejenuhan pengunjung. Karena itu, diperlukan inovasi untuk menghadirkan variasi atraksi wisata pendukung.

“Ke depan, setelah wisatawan lelah bermain di air Danau Toba, mereka bisa mengisi perut dengan memetik buah langsung dari pohonnya. Membeli buah langsung dari pohon akan menjadi pengalaman yang unik,” katanya.

Baca Juga: Jaga Status Geopark Dunia, Samosir Tanam 3.450 Pohon di Lereng Pusuk Buhit

Herbet mengakui pengembangan wisata buah membutuhkan waktu cukup panjang dan modal besar, mulai dari pembibitan hingga penanaman. Saat ini, tanaman yang dibudidayakan masih berusia sekitar satu tahun dengan tinggi rata-rata satu meter.

Ia berharap pengelola wisata lainnya di Porsea dapat mengikuti langkah serupa untuk memperkuat daya tarik kawasan wisata pantai setempat.

“Semoga teman-teman pengelola lain juga meniru pengembangan wisata buah ini untuk menambah daya tarik wisata pantai di Porsea,” ujarnya. (net)

Editor : Editor Satu
#wisata buah #Pantai Pasir Putih Porsea