SAMOSIR, METRODAILY – Kabar menggembirakan datang dari kawasan Danau Toba. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir berencana membangun wisata pantai sepanjang 22 kilometer di tepi Danau Toba, yang siap menjadi daya tarik baru pariwisata Sumatera Utara.
Proyek ambisius ini disambut dukungan penuh dari Gubernur Sumut Bobby Nasution. Menurutnya, konsep long beach ini bisa menjadi penggerak ekonomi baru masyarakat Samosir.
“Konsep pantai panjang ini sangat potensial menghidupkan ekonomi lokal. Pemprov Sumut siap mendukung,” kata Bobby saat bertemu Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom di Samosir, Minggu (6/7/2025).
Baca Juga: Isu Kapolres Ditangkap KPK Bikin Heboh, Begini Klarifikasi Resmi Juru Bicara KPK
Pantai wisata tersebut akan membentang dari Tano Ponggol, Kecamatan Pangururan, hingga Pelabuhan Simanindo, menjanjikan pengalaman baru ala pantai di tengah danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara itu.
Bobby menegaskan, untuk merealisasikan proyek ini dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat, termasuk pengaturan pembebasan lahan yang sebagian besar masih milik masyarakat.
“Harus ada kolaborasi dan sinergi lintas lembaga. Bukan sekadar bangun, tapi perawatan dan pengelolaannya juga harus dirancang sejak awal,” tegas Bobby.
Baca Juga: Gus Irawan Pasaribu Sambut 174 Jamaah Haji Tapsel Pulang Selamat
Ia menekankan pentingnya desain jangka panjang dan pemetaan setiap titik agar long beach benar-benar menjadi magnet wisatawan lokal dan mancanegara, seperti halnya destinasi-destinasi kelas dunia lainnya.
Meski Danau Toba bukan laut, kawasan ini memiliki banyak tepian berpasir putih alami dengan bibir danau yang landai, sangat cocok dikembangkan sebagai wisata pantai. Saat ini sudah ada sejumlah pantai populer di kawasan Danau Toba, seperti Pantai Parbaba, Batu Hoda, Lumban Bulbul, Bebas Parapat, Silalahi, Paropo, Paris/Tiga Ras, hingga Pasir Putih Parparean.
Dengan potensi tersebut, Bobby optimis pengembangan long beach bisa menjadi langkah strategis memulihkan dan memperkuat status UNESCO Global Geopark Kaldera Toba.
Baca Juga: Kasus Dana Desa Fiktif, Mantan Kades Huta Lobu Madina Disidang
Sebagai catatan, Kaldera Toba tengah mendapat kartu kuning dari UNESCO karena pengelolaan yang dinilai belum memenuhi standar. Revalidasi status akan dilakukan pada 21–25 Juli 2025 mendatang, di mana tim asesor UNESCO akan meninjau berbagai geosite penting, termasuk di Pulau Samosir.
Menariknya, Samosir juga akan menjadi tuan rumah event lari dunia “Trail of the Kings – Lake Toba” oleh UTMB World Series 2025 yang akan digelar pada 17–19 Oktober dan diikuti 2.200 pelari dari 25 negara.
“Beberapa geosite penting ada di Samosir. Maka dari itu, penataan long beach dan ajang internasional ini bisa jadi momentum untuk merebut kembali green card Geopark Kaldera Toba,” ujar Bobby optimis. (dtc)
Editor : Editor Satu