MEDAN, METRODAILY — Libur sekolah pertengahan tahun 2025 dimanfaatkan banyak warga Sumatera Utara (Sumut) untuk bepergian ke luar negeri. Lonjakan drastis permohonan paspor tercatat di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan dan Unit Layanan Paspor (ULP) Kualanamu.
“Kami mencatat 6.167 permohonan paspor di Kantor Imigrasi Medan dan 942 di ULP Kualanamu selama akhir Juni 2025,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Medan, Uray Avian, Rabu (2/7).
Menurutnya, angka ini menunjukkan antusiasme tinggi warga Sumut untuk berlibur ke luar negeri, seiring dengan momentum libur panjang tahun baru Islam (1 Muharam) dan libur sekolah.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skema LPG 3 Kg Satu Harga, Berlaku Mulai 2026
Kondisi serupa juga terlihat di Bandara Internasional Kualanamu. Data operasional mencatat 201.986 penumpang melintas selama Juni 2025, naik signifikan dibanding Mei yang hanya 190.438 penumpang.
Menariknya, lebih dari separuhnya (101.646 orang) merupakan penumpang rute internasional, dengan Kuala Lumpur dan Singapura sebagai destinasi favorit.
Tak hanya warga yang keluar, Bandara Kualanamu juga mencatat 100.340 penumpang internasional masuk ke Indonesia, menunjukkan Sumut juga menjadi tujuan wisatawan asing selama libur panjang ini.
Baca Juga: Mei, Kunjungan Turis Asing ke Sumut Tembus 26 Ribu Orang
Mengantisipasi lonjakan ini, Bandara Kualanamu kini dilengkapi 30 unit autogate canggih yang mempercepat proses imigrasi. Sistem ini diresmikan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI pada 24 Juni lalu.
“Autogate adalah bagian dari Program Akselerasi Nasional untuk mendukung kecepatan dan efisiensi pelayanan keimigrasian,” ujar Uray.
Selain itu, Kantor Imigrasi Medan juga menambah personel dan memperkuat koordinasi dengan otoritas bandara dan maskapai demi kelancaran arus keluar-masuk penumpang selama musim liburan.
Baca Juga: Warga Karina Grand Hill Protes Gundukan Tanah, Polisi Lakukan Mediasi
“Lonjakan ini menjadi bukti nyata bahwa warga Sumut kini semakin aktif dan global. Kami siap menjawab tantangan pelayanan dengan sistem digital seperti M-Paspor dan autogate, tanpa mengabaikan pengawasan keimigrasian,” tutup Uray. (dtc)