TAPTENG, METRODAILY- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah resmi mengoperasikan tiga unit mobil angkutan sekolah jenis Toyota Hiace sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap keberlangsungan pendidikan pascabencana pada Selasa 13 Oktober 2026.
Layanan transportasi gratis ini disediakan khusus untuk memastikan anak-anak sekolah yang terdampak bencana di daerah tersebut tetap dapat mengakses fasilitas pendidikan secara aman dan lancar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, Johannes Simanjuntak, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa pada tahap awal pengoperasiannya, ketiga unit armada angkutan sekolah ini difokuskan untuk melayani rute antar-jemput peserta didik di wilayah Kecamatan Tukka. Pelayanan ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat.
Penyediaan layanan armada gratis ini merupakan gagasan sekaligus program prioritas Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi, S.H., guna menjawab kendala aksesibilitas siswa pascabencana.
"Di tengah keterbatasan dan masa pemulihan, akses transportasi yang layak menjadi faktor krusial agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tidak terputus," ujar Johannes Simanjuntak saat menjelaskan urgensi program tersebut.
Pada hari pertama operasionalnya, kegiatan antar-jemput peserta didik menggunakan armada Hiace baru ini dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan sangat kondusif. Kehadiran fasilitas penunjang tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh para orang tua serta siswa yang merindukan kelancaran aktivitas sekolah.
Lebih lanjut, Pemkab Tapteng melalui Dinas Pendidikan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemulihan sektor pendidikan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kehadiran sarana transportasi ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memastikan bencana tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk menuntut ilmu.
"Ke depan, Pemkab Tapanuli Tengah akan terus mengevaluasi dan memperhatikan kebutuhan masyarakat pascabencana, khususnya para peserta didik untuk memastikan proses pemulihan sektor pendidikan berjalan optimal dan berkesinambungan," pungkas Johannes. (net)
Editor : Leo Sihotang