SIMALUNGUN, METRODAILY- Musyawarah Desa (Musdes) pembentukan panitia perbaikan jalan di 4 nagori digelar di Negeri Asih, Kecamatan Tanah Jawa, Jumat (18/9/2026).
Acara ini dihadiri oleh pangulu, maujana, tokoh masyarakat, dan kepala dusun (kadus) dari 4 nagori.
Keempat nagori tersebut yaitu Nagori Pardamean Asih, Nagori Marihat Pondok, Nagori Marihat Dolok, dan Nagori Marubun Jaya beserta seluruh perangkat nagori mulai dari pangulu, maujana hingga gamot. Turut hadir mantan Camat Tanah Jawa M. Samosir.
Perbaikan jalan ini rencananya akan dimulai dari Nagori Marubun Jaya tepatnya di Simpang Sitapulak sampai ke Marihat Dolok.
Baca Juga: Bupati Simalungun Luncurkan Aplikasi SIMARATUR
Acara dibuka langsung oleh Ketua Maujana Negeri Asih. Selanjutnya dilanjutkan dengan masukan dan arahan dari Mantan Camat M. Samosir.
Dalam arahannya, ia mengatakan akan melibatkan anak rantau untuk menggalang dana perbaikan jalan ini.
Untuk pendanaan, selain dari swadaya dan anak rantau, panitia juga akan mengusahakan melalui pelontaran proposal dan berharap ada bantuan dari anggota DPRD yang ada di Dapil 5 untuk memperlancar kegiatan ke depannya.
Baca Juga: Pemkab Simalungun dan PA Bersinergi Tingkatkan Pelayanan Publik
"Siapa lagi kalau tidak kita yang membangun jalan nagori ini ", kata Pangulu Pardamean Asih.
Ia berharap siapapun yang terpilih menjadi panitia bisa bekerja dengan tulus dan ikhlas agar rencana pembangunan berjalan mulus.
Banyak masukan positif dari keempat pangulu, intinya semua berharap kegiatan ini berjalan lancar dan didukung penuh oleh seluruh masyarakat dan perangkat desa dari ke-4 nagori.
Usai pembentukan panitia, salah satu panitia mengatakan pembangunan akan dilaksanakan secepatnya.
Baca Juga: BWI Simalungun Targetkan 241 Sertifikat Tanah Wakaf Terbit
"Kalau bisa bulan depan sudah kita mulai pembangunan jalan ini,"ucapnya .
Antusiasme warga terlihat luar biasa, masyarakat dan tokoh masyarakat yang hadir langsung menyumbang di tempat.
Dana yang terkumpul spontan mencapai lebih dari Rp10 Juta, dan ada menyumbang material berupa batu padas.
Musdes ditutup dengan doa dan harapan agar kekompakan 4 nagori ini menjadi contoh bahwa jalan rusak bisa diperbaiki jika masyarakat bersatu.(leo)