Siswa Keracunan Usai Konsumsi MBG, Wakil Ketua DPRD Asahan Serukan Evaluasi Menyeluruh 

Edi Saragih • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 18:07 WIB
Siswa MTsN 2 Kisaran yang mengalami gejala pusing, mual dan sesak usai menyantap MBG mendapat perawatan di rumah sakit.
Siswa MTsN 2 Kisaran yang mengalami gejala pusing, mual dan sesak usai menyantap MBG mendapat perawatan di rumah sakit.

ASAHAN, METRODAILY - Peristiwa keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTs Negeri 2 Kisaran mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Rosmansyah.

Ia menyampaikan keprihatinan dan menyayangkan kejadian tersebut serta berharap menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang terus menerus.

Menurut Rosmansyah, kejadian tersebut tidak semestinya terjadi berulang kali,  sehingga menimbulkan keresahan ditengah tengah masyarakat.

Baca Juga: Pekerja Proyek Kantor Imigrasi Asahan  Abaikan SOP K3

“Kita tentu menyayangkan kejadian ini. Harusnya terkait pangan untuk anak - anak tidak main main, harus dengan standar tinggi, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujar Rosmansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026).

Rosmansyah meminta Satgas MBG Kabupaten Asahan bersama Dinas Kesehatan, SPPG, sekolah, Puskesmas dan pihak terkait lainnya untuk dapat melakukan evaluasi menyeluruh.

"Hal tersebut mulai dari kualitas bahan baku, sumber air, penyimpanan, kebersihan dapur dan peralatan, proses memasak dan pemorsian hingga waktu serta mekanisme distribusi makanan ke sekolah," tegasnya.

Baca Juga: Pelabuhan Tikus Jadi Celah Masuk Narkoba dari Malaysia ke Asahan

Menurut Rosmansyah, makanan bergizi tersebut harus terlebih dahulu dipastikan higienis, aman dan layak dikonsumsi. Selain itu, pengawasannya juga perlu harus dilakukan secara rutin dan tidak hanya ketika terjadi persoalan.

“Evaluasi bukan hanya untuk mencari siapa yang salah. Yang terpenting itu adalah untuk mengetahui titik yang perlu diperbaiki. Mulai dari bahan masuk ke dapurnya sampai makanan itu diterima anak harus ada standar dan pengawasan yang jelas,” katanya.

Rosmansyah juga mendorong Satgas MBG untuk dapat melakukan evaluasi preventif terhadap SPPG di Kabupaten Asahan serta dapat memastikan seluruh pengelola memenuhi ketentuan higiene, sanitasi dan tata cara penanganan makanan yang benar sesuai regulasi.

"Penanganan terhadap siswa harus menjadi prioritas terhadap siswa yang mengalami gangguan kesehatan," terangnya.

Baca Juga: Terduga Pencuri Tewas Usai Diamuk Warga di Asahan, Ini Kronologinya

Rosmansyah meminta RSUD Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, Puskesmas dan fasilitas kesehatan terkait harus memberikan penanganan maksimal, cepat dan terkoordinasi.

“Keselamatan dan pemulihan anak-anak harus menjadi prioritas. Saya berharap seluruh siswa yang terdampak harus mendapatkan pelayanan kesehatan dengan sebaik-baiknya, sampai kondisinya benar-benar pulih,” tegasnya.

Ia juga berharap pemeriksaan terhadap sampel makanan, bahan baku, air maupun faktor lainnya dilakukan secara objektif, sehingga penyebab kejadian tersebut dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan dugaan.

Baca Juga: Tiga Orang Positif Sabu Diserahkan Sat Narkoba Polres Asahan ke BNNK

Menurut Rosmansyah, kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama tanpa saling menyalahkan. Satgas MBG, SPPG, Dinas Kesehatan, sekolah dan fasilitas kesehatan perlu memperkuat koordinasi serta sistem pengawasan dari hulu sampai hilir.

“Kita ingin program ini jangan menjadi momok yang menakutkan bagi anak-anak kita. Karenanya, Satgas BGN dan pemerintah daerah harus lebih serius menanganinya” pungkas Rosmansyah.(ded)

 

Editor : Edi Saragih
Mbg asahan