ASAHAN, METRODAILY - Puluhan Siswa MTS Negeri 2 Kisaran, dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD) di sejumlah rumah sakit, Senin (14/9/2026).
Siswa siswi ini alami sakit kepala, mual dan sesak usai konsumsi makan bergizi gratis (MBG) di sekolah.
Mendengar informasi wartawan langsung mendatangi rumah sakit umum daerah (RSUD) Abdul Manan Simatupang Kisaran, pada Pukul 15:00 WIB dan mendapati sejumlah pasien diperkirakan puluhan siswa ini masuk ruangan IGD diantar ambulan maupun kendaraan pribadi.
Bebeapa sumber menyebutkan adapun pasien tersebut berasal dari MTS Negeri 2 Kisaran. Mereka tersebar di sejumlah rumah sakit di Kisaran seperti RS Setio Husodo, Wira Husada, Rumkitban Kisaran.
Baca Juga: 20 Siswa MTs di Madina Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG
Plt Ditektur Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kisaran, dr Eka Wilda Sari dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut.
"Ada masuk pasien dari MTSN. Keluhannya sakit perut, mual, sakit kepala dan muntah," ucapnya
Eka mengatakan kesemua pasien yang masuk dalam tahap observasi dan seluruhnya mendapatkan rawat inap.
Saat ditanya apakah pasien yang masuk itu mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makan bergizi gratis (MBG) di sekolah, Eka tak bisa memastikan.
Baca Juga: Pulang dari RS, Siswa Korban Keracunan MBG di Karo Kembali Sakit
"Sampai saat ini belum bisa dipastikan terkait apa penyebabnya," tuturnya.
Eka mengatakan, saat ini terdapat 13 pasien di rumah umum daerah RSUD yang sedang ditangani.
"Sementara 13 pasien. Belum bisa kita pastikan apakah keracunan, saya tak berani bilang masih kita duga. Tetap dilakukan pemantauan dulu," ujarnya.
Selanjutnya amatan wartawan menuju Rumah Sakit Umum Wira Husada disana didapati ada 3 siswa yang dirawat diantaranya 1 laki laki dan 2 wanita.
Baca Juga: Menu MBG Diduga Berbelatung, SPPG Sangkar Nihuta Disetop 6 Hari
Inayah Azmi Atifa 12 tahun kelas 7E MTS Negeri 2 Kisaran,merupakan salah satu siswa yang dirawat di RSU Wira Husada mengatakan pada saat itu menu yang disajikan berupa ayam rendang, acar nenas, timun, sambal tempe oreg dan nasi putih.
"Setelah mengkomsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) sekita 30 menit kepala terasa pusing, mual, sesak," ucapnya.
Kemudian Ia dibawa ke Unit Kesehatan Siswa (UKS) yang ada di lingkungan sekolah. Namun rasa pusing dan mual disertai sesak tidak ada berkurang.
"Karena tidak ada berkurang nya rasa sakit, mual dan sesak lantas dilarikan ke Rumkit Bang. Namun karena keterbatasan oksigen disebabkan banyaknya pasien dengan gejala serupa maka kami dibawa ke RSUD Hams. Namun sesampainya disana juga sudah penuh di IGD dengan gejala yang sama, "ucap Inaya.
Baca Juga: 354 Siswa Terdampak Dugaan Keracunan MBG di Karo, 110 Masih Dirawat
"Kami di arahkan ke RSU Wira Husada sebanyak 3 orang, barulah saya dan teman teman mendapat perawatan. Ketiga teman saya yang dirawat ialah Kiara 12 tahun kelas 7 E, Muhammad Azka Fadillah Siahaan usia 13 kelas 7G," terangnya.
Saat ditanya soal menu MBG, Ia mengatakan rendang ayam sudah basi dan ditemukan diompreng ulat yang masih hidup.
Sementara itu Dr Rahmayana selaku dokter jaga di IGD RSU Wira Husada membenarkan adanya tiga orang siswa yang dirawat di IGD RSU Wira Husada
Baca Juga: Dokkes Polres Simalungun Periksa 3 SPPG, Pastikan 8.305 Porsi MBG Aman Dikonsumsi
Untuk penyebabnya masih dalam pemeriksaan namun ketiga pasien sudah diberi cairan infus, obat anti mual dan laracetamol sebagai pereda nyeri.
"Keadaan pasien sudah mulai membaik,"
ucapnya.(Gaf)