MADINA, METRODAILY — Sebanyak 20 siswa Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Arriyadhul Mukhlisin di Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dilarikan ke Puskesmas Mompang Jae setelah mengalami keluhan pada perut dan tubuh, Rabu (9/9/2026).
Para siswa yang mendapat penanganan medis tersebut terdiri atas 18 siswi dan dua siswa. Mereka dibawa ke puskesmas setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam rekaman video yang beredar, salah seorang orang tua murid mengatakan anaknya mengalami keluhan kesehatan tidak lama setelah menyantap makanan tersebut.
Baca Juga: Isu Pemakzulan Bupati Tapteng, Kemendagri Turunkan Tim Mediasi
“Ada yang keringat dingin dan lemas. Ada 20 orang yang dibawa ke Puskesmas ini,” ujar ibu salah seorang siswa dalam rekaman tersebut.
Ia juga meminta anaknya lebih berhati-hati terhadap makanan dari program MBG. Bahkan, ia menyarankan makanan tersebut cukup diterima tetapi tidak dikonsumsi.
“Diterima saja, tetapi jangan dikonsumsi,” katanya.
Saat berada di Puskesmas Mompang Jae, sejumlah siswa mendapat perawatan medis, termasuk pemasangan infus.
Baca Juga: PT TBS dan 2 Tersangka Kasus Kayu Gelondongan Saat Banjir Sumut, Dilimpahkan ke Jaksa
Namun, Camat Panyabungan Utara Amizar Yusuf Hasibuan membantah para siswa mengalami keracunan. Ia membenarkan adanya siswa MTsS Arriyadhul Mukhlisin yang dibawa ke puskesmas pada Rabu.
Menurut Amizar, berdasarkan keterangan dari pihak Puskesmas Mompang Jae, keluhan yang dialami para siswa berupa sakit perut dan bukan keracunan.
“Kata Kepala Puskesmas bukan keracunan, melainkan sakit perut. Anak-anak tersebut juga tidak lama dirawat di puskesmas,” kata Amizar.
Meski demikian, Amizar mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab para siswa mengalami sakit perut setelah mengonsumsi MBG.
Baca Juga: Sekolah dan Asrama Gratis Segera Dibangun di Uluan Toba, Tampung 320 Siswa
Ia menyarankan informasi mengenai kondisi medis dan penyebab keluhan tersebut dikonfirmasi langsung kepada Kepala Puskesmas Mompang Jae.
Hingga kini, berdasarkan keterangan camat, belum ada kepastian bahwa keluhan kesehatan yang dialami para siswa disebabkan oleh makanan MBG. Penyebab sakit perut para siswa masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis. (net)
Editor : Editor Satu