MEDAN, METRODAILY — Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memastikan belum terdeteksi sebaran asap di wilayah Sumatera Utara (Sumut) berdasarkan pantauan citra pada Kamis (10/9/2026).
Meski demikian, pemantauan titik panas atau hotspot sehari sebelumnya menunjukkan terdapat 12 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang yang tersebar di sembilan kabupaten.
Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho menyebut 12 titik panas tersebut terdeteksi di Kabupaten Asahan, Batubara, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah.
Baca Juga: Waspada Dampak Erupsi Krakatau, Dinkes Tapteng Bagikan Masker Gratis
“Berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera pada tanggal 10 September 2026, tidak terdeteksi sebaran asap di wilayah Sumatera Utara,” demikian disampaikan BBMKG Wilayah I Medan dalam keterangannya, Kamis.
Kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah yang dipantau juga masih berada pada kisaran normal. Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi F.L. Tobing Sibolga, dan Stasiun Meteorologi Aek Godang hingga pukul 11.00 WIB menunjukkan jarak pandang berkisar 5 hingga 10 kilometer.
Sementara itu, hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2.5 atau partikel sangat kecil di udara di Sumut berada pada kategori baik hingga sedang.
Baca Juga: Tiorna Haloho Tewas di Kebun Sawit, Polisi Temukan Botol Racun
BBMKG mengimbau masyarakat tetap mengikuti perkembangan kondisi cuaca dan potensi sebaran asap melalui informasi resmi yang disampaikan Balai Besar MKG Wilayah I Medan.
Informasi tersebut dapat dipantau melalui media sosial @infobmkgsumut. Masyarakat juga dapat menghubungi layanan informasi BBMKG Wilayah I Medan melalui call center 0821-6804-3653 atau email [bbmkg1@bmkg.go.id](mailto:bbmkg1@bmkg.go.id).
BBMKG menyampaikan pemantauan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan serta dampaknya terhadap kualitas udara. (rel)
Editor : Editor Satu