Advertisement

Waspada Dampak Erupsi Krakatau, Dinkes Tapteng Bagikan Masker Gratis

E
Penulis: Editor Satu❯
Dinkes Tapanuli Tengah membagikan masker gratis dan menyiagakan seluruh Puskesmas sebagai langkah antisipasi dampak erupsi dan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dinkes Tapanuli Tengah membagikan masker gratis dan menyiagakan seluruh Puskesmas sebagai langkah antisipasi dampak erupsi dan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Advertisement

TAPTENG, METRODAILY — Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengerahkan seluruh Puskesmas untuk mengantisipasi dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Masker dibagikan gratis kepada masyarakat, sementara fasilitas pelayanan kesehatan disiagakan menghadapi kemungkinan gangguan kesehatan.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Kesehatan Tapteng Lisnawati Panjaitan mengatakan, seluruh kepala Puskesmas telah diinstruksikan membagikan masker secara gratis sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai perlindungan diri dari paparan abu vulkanik.

"Sebagai bentuk komitmen dan respons cepat terhadap surat edaran Kemenkes, kami telah menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Tapanuli Tengah untuk membagikan masker secara gratis kepada warga serta turun memberikan edukasi langsung mengenai perlindungan diri dari dampak abu vulkanik," ujar Lisnawati.

Advertisement

Menurutnya, langkah pencegahan diperlukan untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara akibat abu vulkanik. Paparan abu dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga masalah pada kulit.

Selain membagikan masker di tempat umum dan titik-titik keramaian, Dinkes Tapteng menyiagakan seluruh pos pelayanan kesehatan. Kesiapsiagaan dilakukan melalui sejumlah langkah.

Pertama, memastikan ketersediaan logistik dan pelayanan kesehatan, termasuk masker, tabung oksigen, serta obat-obatan esensial untuk menangani gangguan pernapasan dan iritasi mata.

Kedua, memperkuat edukasi mengenai risiko kesehatan. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, warga diminta menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik, mengenakan kacamata pelindung, serta pakaian berlengan panjang.

Ketiga, melakukan pemantauan terhadap kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit kronis, termasuk asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Advertisement

Artikel Terkait

Nana Mirdad Protes Harga Masker Naik dari Rp12 Ribu Jadi Rp180 Ribu

Nana Mirdad Protes Harga Masker Naik dari Rp12 Ribu Jadi Rp180 Ribu

Nana Mirdad menyoroti harga masker yang melonjak dari Rp12 ribu menjadi Rp180 ribu di tengah kebutuhan masyarakat menghadapi situasi bencana

Kabut Asap Selimuti Kota Padangsidimpuan, Warga Diimbau Pakai Masker

Kabut Asap Selimuti Kota Padangsidimpuan, Warga Diimbau Pakai Masker

Pemerintah Kota Padangsidimpuan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer