Asap Kepung 14 Daerah di Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 14:30 WIB
Tampak kabut asap tutupi Kota Padangsidimpuan dan gunung lubuk raya, foto diambil hari Senin (7/9/2026).
Tampak kabut asap tutupi Kota Padangsidimpuan dan gunung lubuk raya, foto diambil hari Senin (7/9/2026).

MEDAN, METRODAILY — Sebaran asap mulai terdeteksi di sedikitnya 14 kabupaten di Sumatera Utara pada Selasa (8/9/2026). Kondisi ini turut menurunkan jarak pandang hingga 500 meter di sejumlah wilayah dan membuat kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera, asap terdeteksi di Kabupaten Asahan, Batubara, Simalungun, Samosir, Toba, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Mandailing Natal.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyebutkan, sebaran asap bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin yang bertiup dari tenggara.

Baca Juga: 591 Warga Toba Dapat Bantuan Bedah Rumah, 509 Unit Bersumber dari APBN

Potensi gangguan jarak pandang diperkuat hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi F.L. Tobing Sibolga, dan Stasiun Meteorologi Aek Godang.

Pada 8 September 2026, jarak pandang di sejumlah lokasi tercatat turun pada kisaran 500 meter hingga 5 kilometer. Penurunan tersebut terpantau bersamaan dengan kondisi kabut dan asap.

26 Titik Panas Terdeteksi

Ancaman sebaran asap juga berkaitan dengan aktivitas titik panas yang terpantau sehari sebelumnya.

Hasil pemantauan citra sebaran titik panas atau hotspot di Sumatera Utara pada 7 September 2026 menunjukkan terdapat 26 titik panas. Empat di antaranya memiliki tingkat kepercayaan tinggi dan tersebar di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Selatan.

Baca Juga: Erupsi Sinabung Mengancam Pasokan Sayur dan Buah ke Sibolga

Di tengah kondisi tersebut, pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2.5 atau partikel sangat kecil di udara di Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami penurunan jarak pandang.

Masyarakat yang berada di daerah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap diimbau meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Pengendara diminta menjaga jarak aman dan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Kepala Daerah Diminta Siaga

BBMKG Wilayah I Medan juga meminta kepala daerah memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri di wilayah masing-masing.

Koordinasi diperlukan untuk memantau perkembangan sebaran asap serta memastikan informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dan atmosfer dapat segera diterima masyarakat.

Informasi perkembangan cuaca dan sebaran asap dapat dipantau melalui media sosial BBMKG Wilayah I Medan, @infobmkgsumut.

Masyarakat juga dapat memperoleh informasi melalui layanan BBMKG Wilayah I Medan di nomor 0821-6804-3653 atau melalui surat elektronik [bbmkg1@bmkg.go.id](mailto:bbmkg1@bmkg.go.id).

Informasi tersebut disampaikan Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, pada 8 September 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak sebaran asap di Sumatera Utara. (rel)

Editor : Editor Satu
bmkg kabut asap