Badan Sungai Menyempit, Tanggul Jebol Jadi Biang Banjir Serbelawan

Editor Satu • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 14:28 WIB
Penanganan banjir: Kepala BPBD Simalungun Budiman Silalahi meninjau sejumlah titik rawan banjir di kawasan Pasar Bawah Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.
Penanganan banjir: Kepala BPBD Simalungun Budiman Silalahi meninjau sejumlah titik rawan banjir di kawasan Pasar Bawah Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

SIMALUNGUN, METRODAILY — Banjir yang berulang menerjang kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, mulai dipetakan penyebabnya.

Hasil peninjauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun menemukan badan sungai menyempit dan sejumlah tanggul jebol.

Dua persoalan itu dinilai berpotensi menghambat laju air ketika debit Sungai Bah Sikkam meningkat akibat hujan deras. Kondisi tersebut dapat memperbesar risiko luapan air ke kawasan permukiman dan aktivitas warga.

Baca Juga: Ikhwanuddin Nasution Terpilih Jadi Ketua MUI Simalungun

Kepala BPBD Simalungun Budiman Silalahi turun langsung meninjau sejumlah titik rawan banjir, Jumat (4/9/2026). Ia didampingi Camat Dolok Batu Nanggar Siti Aminah Siregar.

Peninjauan dimulai dari Jembatan Bandar Selamat, kemudian lokasi longsor di sekitar SD Muhammadiyah dan Masjid Taqwa Nagori Bandar Selamat. Tim selanjutnya menelusuri bantaran Sungai Bah Sikkam di kawasan Pasar Bawah.

Menurut Budiman, peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi faktual sekaligus memetakan titik yang membutuhkan penanganan segera maupun perbaikan jangka menengah.

Baca Juga: Bobol Rumah Siang Bolong, Motor dan Barang Elektronik Raib di Sinaksak

“Kita temukan beberapa lokasi yang mengalami penyempitan saluran air. Secara teknis, tim perencana sudah kami bawa ke lokasi untuk meneliti dan menentukan solusi terbaik yang akan diterapkan,” ujar Budiman.

Pintu Air Bahbolon Diaktifkan

Pemkab Simalungun sebelumnya telah mengaktifkan kembali pintu air Bahbolon di Nagori Dolok Ilir I sebagai bagian dari upaya mengendalikan aliran air setelah banjir melanda kawasan tersebut.

Budiman mengatakan, pengaktifan pintu air berdampak terhadap kelancaran aliran saat hujan deras kembali terjadi.

Baca Juga: Dua Gol dalam Empat Menit, Roma Balikkan Atalanta dan Sapu Bersih 3 Laga

“Kita sudah melakukan pengaktifan pintu air Bahbolon di Nagori Dolok Ilir I. Sejak pintu air dibuka, saat terjadi beberapa kali hujan deras, aliran air sudah berjalan jauh lebih lancar dan terkendali,” katanya.

Namun, persoalan tidak berhenti pada pengaturan aliran air. BPBD juga menemukan kondisi tanggul di sejumlah titik yang rusak hingga jebol.

“Selain pekerjaan normalisasi, kita juga melihat adanya tembok tanggul di beberapa bagian yang sudah jebol dan rusak parah. Hal ini akan segera kami koordinasikan agar mendapatkan penanganan yang tepat dan berkelanjutan,” ujar Budiman.

Baca Juga: Luna Maya Dapat Kejutan Ultah Pesta Mewah dari Maxime Bouttier

Karena itu, penanganan diarahkan pada normalisasi alur sungai sekaligus perbaikan dan penguatan tanggul. Langkah tersebut diharapkan mengembalikan kapasitas aliran Sungai Bah Sikkam dan mengurangi risiko luapan saat debit air meningkat.

Sampah Ikut Perparah Aliran

Selain persoalan fisik sungai, BPBD menyoroti kebiasaan warga membuang sampah ke badan air. Tumpukan sampah disebut ikut menghambat arus dan memperburuk kondisi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Kita bisa lihat sendiri, tumpukan sampah menjadi salah satu faktor yang menghambat arus air dan memperburuk keadaan saat hujan turun dengan deras. Oleh karena itu, dukungan dan kesadaran warga sangat dibutuhkan agar upaya pemerintah dapat berjalan maksimal,” tegas Budiman.

Baca Juga: APBD Tapteng Baru Terserap 30 Persen, 5 Parpol Desak Masinton atau Dimakzulkan

Ia meminta masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan tidak menjadikan alur sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Pemkab Simalungun menargetkan penanganan dilakukan secara terpadu dan bertahap, mulai dari normalisasi hingga pembenahan tanggul. Pemerintah daerah juga akan mengoordinasikan penanganan lintas perangkat daerah sesuai kebutuhan di lapangan.

Warga Minta Normalisasi Segera

Warga Pasar Bawah, Dolin, mengapresiasi langkah pemerintah yang turun langsung melihat kondisi kawasan tersebut.

Baca Juga: Ribut Batas Tanah di Taput, Warga Luka Disabet, Rumah Terduga Pelaku Diamuk Massa

Namun, ia berharap rencana normalisasi Sungai Bah Sikkam dan perbaikan tanggul tidak berhenti pada pemetaan.

“Kami sangat berharap pemerintah terus melakukan penanganan sungai dan tanggul secara berkelanjutan. Kalau sudah tertata baik, kami yang tinggal di sini pasti akan merasa jauh lebih aman dan tenang,” ungkapnya.

Untuk meringankan beban warga terdampak, Dinas Sosial Kabupaten Simalungun juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir di kawasan Pasar Bawah Serbelawan.

Baca Juga: Dua Rumah Terbakar di Humbahas, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

Pemkab Simalungun menegaskan penanganan banjir akan dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan dengan melibatkan perangkat daerah dan masyarakat. Fokusnya bukan hanya menangani banjir setelah terjadi, tetapi memperkuat pencegahan agar risiko kejadian serupa dapat ditekan. (esa)

Editor : Editor Satu
banjir serbelawan