MEDAN, METRODAILY — Sumatera Utara tak ingin Forum Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 berhenti sebagai forum kerja sama ekonomi antarnegara.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menjadikannya sebagai etalase untuk mempromosikan destinasi wisata dan potensi ekonomi kreatif kepada delegasi mancanegara.
Forum yang berlangsung di Medan pada 7–10 September 2026 itu sekaligus diarahkan untuk memperkuat kerja sama pariwisata lintas negara, mulai dari promosi wisata tematik hingga pengembangan jaringan Geopark.
Momentum tersebut diharapkan mendorong delegasi, khususnya dari Malaysia dan Thailand, memperpanjang masa tinggal di Sumut untuk menikmati sejumlah destinasi wisata yang ditawarkan.
Mewakili Panitia Forum IMT-GT, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sonny A. Soekoer, mengatakan pariwisata merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatian dalam working group IMT-GT.
Kerja sama yang didorong mencakup joint promotion wisata tematik lintas negara hingga peningkatan kapasitas pelaku industri pariwisata.
"Kami memfasilitasi para delegasi, khususnya dari Malaysia dan Thailand, untuk mengeksplorasi kawasan pariwisata dan pameran industri kreatif pada hari terakhir rangkaian acara. Kami berharap para delegasi dapat memperpanjang masa tinggalnya untuk menikmati destinasi wisata di Sumut," kata Sonny saat temu pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (4/9/2026).
Samosir-Langkawi Jadi Jaringan Geopark
Selain promosi destinasi, kerja sama Geopark menjadi salah satu peluang yang ingin diperkuat melalui forum IMT-GT.
Perencana Ahli Utama Bapperida Sumut Muhammad Armand Effendy Pohan mengatakan kerja sama pariwisata dalam skema IMT-GT telah berlangsung secara berkala.
Salah satu fokusnya adalah penguatan potensi dan sertifikasi jaringan Geopark yang menghubungkan kawasan Samosir di kawasan Danau Toba dengan Langkawi, Malaysia.
Kolaborasi tersebut membuka peluang promosi destinasi secara lebih luas karena kedua kawasan memiliki karakter wisata berbasis bentang alam dan geologi yang dapat dipasarkan dalam satu jaringan pariwisata regional.
Bagi Sumut, keterlibatan dalam forum IMT-GT menjadi peluang untuk membawa destinasi lokal masuk ke dalam jejaring promosi wisata yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara.
Dihadiri Menteri hingga Ratusan Pelaku Usaha
Rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) IMT-GT ke-32 dijadwalkan dihadiri para menteri bidang perekonomian dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Selain itu, forum tersebut melibatkan pejabat tingkat tinggi atau Senior Officials, pimpinan asosiasi bisnis melalui Joint Business Council (JBC), serta ratusan pelaku usaha dari kawasan sub-regional.
Kehadiran para pengambil kebijakan dan pelaku bisnis tersebut membuat forum IMT-GT tidak hanya menjadi ruang pembahasan kerja sama ekonomi, tetapi juga peluang bagi Sumut memperkenalkan destinasi, produk ekonomi kreatif, dan potensi investasi pariwisatanya kepada pasar regional.
Dengan demikian, forum IMT-GT ke-32 di Medan menjadi kesempatan bagi Sumut mengubah kunjungan delegasi mancanegara menjadi promosi langsung—dengan harapan wisatawan dan jejaring bisnis dari Malaysia serta Thailand tidak sekadar datang menghadiri forum, tetapi membawa pulang ketertarikan terhadap destinasi Sumut. (H14/DIS)
Editor : Editor Satu