SIANTAR, METRODAILY — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melakukan pemetaan kerukunan umat beragama di Kota Pematangsiantar.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi karena dinilai penting untuk melihat secara utuh kondisi kehidupan masyarakat yang beragam agama, suku, dan budaya.
Hal itu disampaikan Wesly saat menjamu utusan MUI Pusat dan MUI Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di rumah dinas wali kota, Jalan MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Senin (31/8) malam.
Baca Juga: Nilai Transfer Premier League Tembus Rp87 Triliun, Rekor Baru Pecah Lagi!
Rombongan MUI Pusat dipimpin Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Zainuddin Daulay dan Humas Arif D Hasibuan, didampingi Humas MUI Provinsi Sumut Syahrul. Dari MUI Kota Pematangsiantar hadir Ketua MUI sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Muhammad Ali Lubis, Sekretaris Ahmad Ridwansyah Putra, serta sejumlah pengurus lainnya.
Wesly menyambut baik kegiatan pemetaan yang dilakukan MUI Pusat.
“Di Siantar ini, masyarakat hidup dalam keberagaman agama, suku, dan budaya. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan yang senantiasa dijaga bersama. Semoga pemetaan yang dilakukan dapat memberikan gambaran utuh tentang kerukunan umat beragama di Kota Pematangsiantar,” ujar Wesly.
Baca Juga: Chelsea Gagal Dapatkan Lamine Camara, Transfer Rp1,1 Triliun Mendadak Batal
Menurutnya, Pemko Pematangsiantar berkomitmen mempertahankan suasana kota yang aman dan harmonis dengan melibatkan tokoh agama serta berbagai elemen masyarakat.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai agenda formal, tetapi menjadi ruang memperkuat komunikasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan.
MUI: Kunci Kerukunan Ada pada Pemimpin
Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Pusat Zainuddin Daulay mengapresiasi sambutan Pemko Pematangsiantar.
Baca Juga: Juventus Pinjam Nick Woltemade dari Newcastle hingga 2027
Zainuddin menekankan pentingnya persatuan antara pemimpin pemerintahan dan pemimpin agama dalam menjaga perdamaian.
Ia mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa kerukunan akan sulit terwujud apabila para pemimpin tidak mampu menjaga persatuan.
“Rusaknya kedamaian dan kerukunan umat karena tidak rukunnya pemimpin, termasuk pemimpin umat dengan pemerintah. Jika itu terjadi, program apa pun tidak bisa dilaksanakan. Jadi kunci kerukunan adalah persatuan pemimpin agama dan pemerintah,” katanya.
Baca Juga: Gabriel Jesus Tak Tersinggung Jadi Alternatif Alvarez di Barcelona
Zainuddin menegaskan MUI sejak awal memosisikan diri sebagai mitra pemerintah. Kemitraan tersebut, kata dia, harus dibangun melalui sikap saling terbuka, membantu, sekaligus saling mengingatkan ketika muncul persoalan.
Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi perpecahan antarkelompok agama karena dampaknya dapat mengganggu kehidupan sosial masyarakat.
Zainuddin bahkan menilai kekompakan masyarakat Pematangsiantar sangat baik. Menurutnya, persoalan yang muncul dapat segera diselesaikan melalui perhatian dan keterlibatan berbagai pihak.
Baca Juga: McTominay Jalani Operasi Jantung, Napoli Kehilangan Andalan
“Kami kagum, ketika ada masalah langsung diselesaikan, dan ada perhatian dari berbagai pihak. Ini berkat kepemimpinan Bapak Wali Kota,” ujarnya.
FKUB: Jangan Usik Agama Lain
Ketua MUI Kota Pematangsiantar Muhammad Ali Lubis mengatakan kerukunan di kota tersebut selama ini tetap terjaga meski sejumlah daerah lain pernah mengalami konflik antarumat beragama.
“Alhamdulillah, tidak terjadi. Di sini tetap rukun dan damai. Itu karena pemimpin kota ini mampu merangkul umat beragama,” kata Ali.
Baca Juga: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Lagi Hangus, Operator Ditenggat 28 September
Ia menyebut MUI selama ini aktif menjadi mitra pemerintah dalam berbagai kegiatan. Salah satunya ketika pemerintah menyosialisasikan perpajakan, MUI dilibatkan untuk memberikan pemahaman mengenai perspektif pajak dalam ajaran Islam.
Ali juga menegaskan FKUB menghimpun tokoh dari berbagai agama. Karena itu, ia mengingatkan setiap kelompok untuk menghormati keyakinan kelompok lainnya.
“Jangan pernah mengusik-usik agama lain. Sebab bisa menimbulkan ketidakharmonisan,” tegasnya.
Ia berharap kondisi damai dan harmonis tersebut dapat terus dipertahankan di Kota Pematangsiantar.
Baca Juga: Jembatan Rusak, Akses 90 Hektare Sawah Warga Terancam di Siantar
Pertemuan turut dihadiri Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Fidelis Edy Suranta Sembiring, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Subrata Nata Lumbantobing, Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis, Kepala Inspektorat Heryanto Siddik, Kepala BPKPD Alwi Andrian Lumbangaol, Kepala Dinas Pendidikan Syaiful Rizal, Kabag Kesejahteraan Rakyat Irwansyah, serta Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Uli Ilal Mahdi Nasution. (rel/esa)
Editor : Editor Satu