KARO, METRODAILY — Aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat. Setelah statusnya dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mempercepat evakuasi warga yang berada di zona bahaya.
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution memerintahkan jajaran pemerintah daerah bersama TNI-Polri memastikan masyarakat di zona rawan segera keluar dari kawasan berbahaya. Keselamatan jiwa, kata Bobby, tidak boleh dikalahkan oleh keengganan warga meninggalkan rumah maupun ladang.
Instruksi itu disampaikan Bobby saat memimpin rapat koordinasi penanganan darurat erupsi bersama Forkopimda di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026).
“Utamakan keselamatan jiwa. Untuk masyarakat di zona rawan, sosialisasikan dengan gencar. Jika aktivitas semakin meningkat, gunakan opsi imbauan tegas, bahkan kalau perlu dipaksa demi kebaikan dan keselamatan mereka,” tegas Bobby.
684 Warga Kuta Tengah Masuk Target Evakuasi
Bupati Karo Antonius Ginting melaporkan penyesuaian zona bahaya membuat Desa Kuta Tengah menjadi titik utama evakuasi. Secara geografis, desa tersebut berada dalam kawasan zona merah.
Total warga yang harus dievakuasi dari Kuta Tengah mencapai 140 kepala keluarga atau sekitar 684 jiwa.
Hingga Selasa siang, lebih dari 260 jiwa telah dipindahkan secara bertahap menuju lokasi pengungsian di Gedung Korpri dan Jambur Desa Suka Nalu.
“Rencana total warga yang dievakuasi dari Desa Kuta Tengah mencapai 140 KK atau sekitar 684 jiwa. Hingga siang ini, lebih dari 260 jiwa telah digeser secara bertahap menuju lokasi pengungsian,” ujar Antonius.
Pemkab Karo bersama TNI-Polri juga menyiagakan kendaraan dengan sistem antar-jemput untuk warga yang masih berada di ladang pada siang hari.
Untuk Desa Payung yang berada di luar zona evakuasi utama, kendaraan dan personel tetap disiagakan sebagai langkah antisipasi apabila aktivitas Sinabung kembali meningkat.
PVMBG Deteksi Pergerakan Magma
Kenaikan status Sinabung ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.
Keputusan itu diambil setelah Sinabung memuntahkan kolom abu setinggi 3.500 meter dari puncak, disertai aktivitas gempa vulkanik yang berlangsung secara berkelanjutan.
Kepala Pos PGA Sinabung Armen Putra mengatakan pengamatan visual dan seismik menunjukkan indikasi pergerakan magma menuju permukaan.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membongkar kubah lava sisa erupsi sebelumnya.
“Tadi malam terekam hotspot, artinya lava sudah sampai ke permukaan. Jika pembentukan kubah lava baru tertahan dan tekanan gempa dari dalam terus meningkat, ini bisa membongkar kubah lava lama dan berpotensi memicu erupsi yang cukup besar seperti tahun 2019 dan 2020,” terang Armen.
PVMBG kemudian menetapkan rekomendasi zona bahaya berupa radius 3 kilometer, serta sektoral hingga 6 kilometer untuk sektor timur dan selatan.
843 Personel Gabungan Disiagakan
Menghadapi peningkatan aktivitas vulkanik, pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan relawan mengerahkan 843 personel gabungan di bawah komando Kodim 0205/Tanah Karo dan Polres Tanah Karo.
Bobby juga meminta fasilitas pengungsian tidak disiapkan seadanya. Pemprov Sumut menyatakan siap memberikan dukungan logistik, peralatan evakuasi hingga kebutuhan operasional personel di lapangan.
“Jangan setengah-setengah memberikan fasilitas untuk masyarakat di pengungsian. Gunakan anggaran dengan baik, sediakan fasilitas yang layak dan nyaman,” kata Bobby.
Sejumlah sekolah yang terdampak dalam radius 6 kilometer juga diliburkan sementara. Sekolah seperti SD Guru Kinayan, SD Payung, SD Ndeskati dan SMPN 1 Atap Payung dipersiapkan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh atau sekolah lapangan.
Lebih dari 35.000 masker telah dibagikan kepada masyarakat. Petugas juga melakukan penyiraman abu vulkanik di sejumlah ruas jalan protokol wilayah Berastagi.
Pemprov Sumut dan pemerintah daerah menyiapkan dapur umum melalui Dinas Sosial, tenda darurat, mobil tangki air bersih serta toilet portabel.
Sejumlah jalur dan objek wisata di kawasan rawan, termasuk Danau Lau Kawar, juga ditutup total untuk umum.
Hujan Berpotensi Picu Bahaya Sekunder
Ancaman tidak hanya berasal dari erupsi. Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho mengingatkan potensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Karo pada sore dan malam hari selama 1–5 September 2026.
Hujan di kawasan gunung api dapat meningkatkan risiko bahaya sekunder, terutama lahar dingin dan tanah longsor.
Karena itu, pemerintah meminta masyarakat mengikuti arahan petugas dan tidak kembali memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.
Pemerintah kini memusatkan penanganan pada percepatan evakuasi, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta pemantauan perkembangan aktivitas Gunung Sinabung untuk mengantisipasi peningkatan eskalasi. (rel)
1. Sinabung Naik Siaga, 684 Warga Kuta Tengah Masuk Target Evakuasi
2. Gunung Sinabung Makin Aktif, Bobby Nasution Perintahkan Evakuasi Warga Zona Merah
3. Sinabung Naik Level III, 260 Warga Sudah Dievakuasi dari Kuta Tengah
4. Lava Terdeteksi ke Permukaan, Sinabung Naik Status Siaga dan Warga Mulai Dievakuasi
Editor : Editor Satu