SIMALUNGUN, METRODAILY – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi lahan kering membuat Pemerintah Kabupaten Simalungun memperketat langkah mitigasi.
Aparatur pemerintah hingga tingkat nagori diminta meningkatkan kewaspadaan dan mencegah munculnya titik api.
Sekretaris Daerah (Sekda) Simalungun Mixnon Andreas Simamora mengatakan mitigasi dilakukan dengan memaksimalkan peran satuan kerja pemerintah daerah di lapangan.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab Simalungun melakukan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla di sejumlah kecamatan yang memiliki kawasan hutan.
Baca Juga: Simalungun Digitalisasi Pajak: QRIS Dinamis, QRISPATI dan Smart Cash Resmi Diluncurkan
Wilayah yang menjadi sasaran antara lain Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Purba, Haranggaol, Silimakuta dan sejumlah kecamatan lainnya.
“Pemkab Simalungun senantiasa mengimbau masyarakat melalui jajaran para camat untuk selanjutnya diteruskan sampai ke nagori agar meningkatkan kewaspadaan bencana khususnya kebakaran, baik pemukiman maupun hutan atau lahan,” kata Mixnon.
Puntung Rokok Jadi Perhatian
Selain melarang pembakaran lahan secara sembarangan, BPBD mengingatkan masyarakat mengenai potensi api yang berasal dari aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Hantam Siantar, Rumah Rusak dan Pohon Tumbang
Salah satunya puntung rokok yang dibuang sembarangan, terutama di kawasan dengan vegetasi dan lahan yang mengering.
BPBD menyampaikan imbauan melalui media sosial, media cetak, serta jaringan pemerintahan kecamatan hingga nagori.
“Hal ini sering juga terjadi bagi pengemudi atau penumpang yang sedang berkendara sambil mengisap rokok dan membuang puntungnya begitu saja di jalan tanpa mengindahkan hal itu dapat menimbulkan bahaya kebakaran lahan atau hutan,” ujar Mixnon.
Baca Juga: Curanmor di Simalungun, Pelaku Sempat Kabur ke Aceh
Pemkab meminta masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Langkah pencegahan dinilai lebih penting karena api di lahan kering dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan.
Tujuh Pos Siaga Diperkuat
Mitigasi juga dilakukan dari sisi kesiapsiagaan petugas. BPBD memastikan personel pemadam kebakaran yang ditempatkan di tujuh Pos Siaga Kebakaran tetap meningkatkan kewaspadaan.
Setiap laporan mengenai potensi maupun kejadian kebakaran diminta segera ditindaklanjuti. Kecepatan respons menjadi salah satu kunci untuk mencegah api meluas menjadi karhutla.
Baca Juga: HP Personel Polres Simalungun Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Dibidik
“BPBD secara internal melalui jajaran personel pemadam kebakaran yang tersebar di tujuh Pos Siaga Kebakaran tetap meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan time response pada setiap informasi kejadian yang masuk,” kata Mixnon.
Pemkab Simalungun mengingatkan masyarakat tidak menunggu api membesar untuk bertindak. Pencegahan dari tingkat rumah tangga, lahan pertanian hingga kawasan hutan menjadi benteng pertama menghadapi ancaman karhutla. (net)
Editor : Editor Satu