MEDAN, METRODAILY – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Dalam tiga hari ke depan, sejumlah daerah diprakirakan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, sehingga meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Defri Mandoza, mengatakan kondisi atmosfer saat ini masih sangat mendukung terbentuknya awan hujan di berbagai wilayah Sumut.
Baca Juga: Pendaftaran TKA 2026 SMA/MA Resmi Dibuka, Simak Jadwal, Syarat, dan Perubahan Terbarunya
"Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Sumatera Utara dalam tiga hari ke depan diprediksi bervariasi, mulai dari cerah, berawan, hingga potensi hujan dengan intensitas ringan sampai lebat di beberapa wilayah," ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Dipicu Konvergensi dan Belokan Angin
Defri menjelaskan, potensi hujan dipengaruhi dinamika atmosfer berupa daerah konvergensi dan belokan angin di kawasan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Fenomena tersebut memicu pertumbuhan awan hujan yang lebih intens.
Selain itu, kelembapan udara di lapisan atas atmosfer masih tergolong tinggi sehingga memperbesar peluang terbentuknya awan konvektif atau cumulonimbus, yang identik dengan hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Baca Juga: Rumah Warga Simalungun Dibobol, Maling Gasak 3 HP dan Dua Tabung Gas
"Kelembapan udara lapisan atas yang cukup basah serta dinamika gelombang atmosfer lokal meningkatkan potensi terbentuknya awan konvektif yang dapat memicu hujan lebat dan angin kencang," jelasnya.
BMKG juga memperkirakan suhu udara di wilayah dataran rendah dan perkotaan, termasuk Kota Medan dan sekitarnya, berada pada kisaran 23–33 derajat Celsius, dengan suhu maksimum harian mencapai 32–33 derajat Celsius.
BMKG Minta Warga Waspada
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu cuaca ekstrem.
Baca Juga: Wesly Salurkan Bantuan Sembako Saat Kerja Rani GBKP Jalan Sisingamangaraja
Hujan deras disertai angin kencang berpotensi menyebabkan:
- Banjir dan genangan air.
- Tanah longsor di kawasan perbukitan.
- Pohon tumbang.
- Gangguan aktivitas dan perjalanan.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga diimbau menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir karena berisiko tertimpa dahan atau tersambar petir.
BMKG meminta masyarakat terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem. (net)
Editor : Editor Satu