Advertisement

Ancaman Cuaca Ekstrem, Polairud Imbau Nelayan Tanjungbalai Waspada

E
Penulis: Editor Satu❯
Petugas Sat Polairud Polres Tanjungbalai saat memberikan imbauan kepada nelayan di perairan Tanjungbalai–Asahan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca dan keamanan laut.
Petugas Sat Polairud Polres Tanjungbalai saat memberikan imbauan kepada nelayan di perairan Tanjungbalai–Asahan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca dan keamanan laut.

Advertisement

TANJUNGBALAI, METRODAILY – Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Tanjungbalai mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut, terutama terhadap perubahan cuaca ekstrem dan potensi gangguan keamanan di wilayah perairan.

Imbauan tersebut disampaikan Kasat Polairud Polres Tanjungbalai, AKP M Tanjung melalui PS Kasubnitbinmasair Unit Patroli, Aipda Juanda, saat melaksanakan kegiatan sambang dialogis kepada nelayan di sepanjang alur perairan Tanjungbalai–Asahan, Senin (6/4).

Kegiatan yang dipimpin Aipda Juanda itu bertujuan memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat nelayan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah laut tetap kondusif.

Dalam dialog tersebut, nelayan diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca sebelum berangkat melaut guna menghindari risiko kecelakaan di tengah laut. Selain itu, mereka juga diingatkan agar menjaga solidaritas dan kerukunan antar sesama nelayan tradisional demi mencegah konflik di wilayah tangkap.

Tak hanya itu, petugas turut mengingatkan masyarakat pesisir agar segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di perairan, seperti dugaan penyelundupan barang ilegal maupun keberadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural.

Advertisement

Polisi juga memberikan penekanan tegas terkait bahaya penyalahgunaan narkotika yang dinilai dapat merusak masa depan serta membahayakan keselamatan kerja para nelayan.

“Kami berharap nelayan dapat menjadi mata dan telinga kami di perairan. Jika ada hal mencurigakan, segera laporkan kepada petugas. Kerja sama ini penting untuk menjaga perairan tetap aman dan damai,” ujar Aipda Juanda.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat pesisir diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran hukum bagi para nelayan di Kota Tanjungbalai. (Rel/gia)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Cuaca Ekstrem Terjang Sumut, Longsor Rusak Rumah di Samosir

Cuaca Ekstrem Terjang Sumut, Longsor Rusak Rumah di Samosir

Hujan deras memicu longsor yang merusak rumah di Samosir dan banjir setinggi lutut di Tapteng hingga merendam permukiman serta jalan utama.

272 Bencana Terjang Sumut Januari-Juli 2026, Cuaca Ekstrem dan Longsor Mendominasi

272 Bencana Terjang Sumut Januari-Juli 2026, Cuaca Ekstrem dan Longsor Mendominasi

BPBD Sumut mencatat 272 bencana melanda Sumatera Utara sepanjang Januari-Juli 2026. Cuaca ekstrem mendominasi, Deli Serdang paling banyak.

Cuaca Ekstrem Ancam Sumut, BMKG Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor

Cuaca Ekstrem Ancam Sumut, BMKG Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor

BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Sumut. Hujan lebat, petir, dan angin kencang berisiko memicu banjir, longsor, serta pohon.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer