Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Brankas Peninggalan Nommensen Dibuka, HKBP Temukan Denah Bersejarah Sigumpar

Editor Satu • Jumat, 3 Juli 2026 | 12:10 WIB
Ephorus HKBP Pdt Victor Tinambunan bersama tim membuka brankas peninggalan I.L. Nommensen di Sigumpar, Kabupaten Toba, dan menemukan denah serta dokumen bersejarah.
Ephorus HKBP Pdt Victor Tinambunan bersama tim membuka brankas peninggalan I.L. Nommensen di Sigumpar, Kabupaten Toba, dan menemukan denah serta dokumen bersejarah.

TOBA, METRODAILY – Sebuah penemuan bersejarah terungkap setelah brankas peninggalan misionaris Ingwer Ludwig Nommensen yang telah berusia ratusan tahun berhasil dibuka di Sigumpar, Kabupaten Toba.

Di dalamnya ditemukan denah wilayah HKBP Sigumpar beserta sejumlah dokumen kuno yang dinilai penting bagi sejarah gereja dan kepastian aset HKBP.

Brankas tersebut dibuka pada Kamis (25/6/2026) di kawasan makam I.L. Nommensen, tepat di belakang Gereja HKBP I.L. Nommensen Sigumpar.

Prosesi pembukaan dipimpin Ephorus HKBP Victor Tinambunan, didampingi Praeses HKBP Distrik IV Toba dan Pendeta Resort HKBP I.L. Nommensen, Pdt Antoni Manurung.

Baca Juga: Tengku Dewi Bantah Dituding Pelakor, Klarifikasi Soal Tahi Lalat di Leher

Victor Tinambunan mengatakan, temuan paling penting dari dalam brankas adalah denah tanah HKBP Sigumpar yang dapat menjadi acuan untuk memastikan luas dan batas aset gereja.

"Ada denah tanah HKBP Sigumpar, Kabupaten Toba di dalam brankas itu. Dokumen ini sangat berguna untuk kejelasan luasan dan batas-batasnya. Itu yang utama yang kami temukan di dalam brankas," ujar Victor saat dikonfirmasi dari Medan, Rabu (1/7/2026).

Berisi Arsip Kuno dan Peta Sigumpar

Selain denah, tim juga menemukan berbagai dokumen bersejarah berupa kuitansi kuno, surat-surat lama, serta peta wilayah Sigumpar pada masa lampau.

Baca Juga: Konflik PT BSRE vs Kerajaan Nagur Bolag Memanas, Klaim Tanah Adat Berhadapan dengan HGU

Menurut Victor, arsip-arsip tersebut menjadi bukti penting yang dapat membantu menelusuri sejarah pelayanan HKBP pada masa awal penyebaran Injil di Tanah Batak.

"Kumpulan arsip di dalamnya mencakup kuitansi kuno, surat-surat lama dan sebuah peta denah wilayah Sigumpar pada masa lampau. Penemuan ini merupakan jembatan masa lalu yang krusial untuk memahami dinamika pelayanan gereja pada era perintisan," katanya.

Namun, kondisi seluruh dokumen sudah sangat rapuh sehingga tidak dapat langsung dibuka atau dibentangkan di lokasi karena dikhawatirkan mengalami kerusakan permanen.

Baca Juga: PGN SOR I Salurkan Bantuan Rp200 Juta ke 20 Yayasan Sosial di Sumatra

Dibuka dengan Gerinda Setelah Puluhan Tahun Terkunci

Victor menjelaskan, pembukaan brankas dilakukan dengan sangat hati-hati menggunakan mesin gerinda karena usia brankas yang telah mencapai ratusan tahun dan kuncinya sudah tidak lagi berfungsi.

Ia mengungkapkan, brankas tersebut bahkan pernah dicoba dibuka pada 1990, namun tidak berhasil.

Sebelum proses pembongkaran dilakukan, seluruh peserta terlebih dahulu menggelar ibadah singkat sebagai ungkapan syukur atas jejak pelayanan penginjilan yang diwariskan I.L. Nommensen.

"Keberadaan brankas itu merupakan saksi bisu dari kuatnya akar sejarah pertumbuhan kekristenan di wilayah Toba," ujarnya.

Baca Juga: AHY Datang ke Siantar Hari Ini, Buka Sinode GPI hingga Beri Alkitab untuk 10 Pendeta

Akan Direstorasi oleh Tenaga Ahli

Seluruh dokumen yang ditemukan langsung diamankan dan dibawa ke Kantor Pusat HKBP untuk menjalani proses konservasi serta restorasi oleh tenaga ahli.

Menurut Victor, langkah tersebut dilakukan agar kondisi dokumen tetap terjaga mengingat nilai sejarahnya yang sangat tinggi.

Ia menjelaskan, menyimpan dokumen penting di dalam brankas merupakan kebiasaan para misionaris pada masa itu untuk menjaga arsip pelayanan.

Victor juga mengingatkan bahwa Sigumpar merupakan pusat pelayanan I.L. Nommensen selama sekitar 32 tahun sejak tiba di kawasan tersebut pada akhir 1886.

Baca Juga: Polres Siantar dan Polres Simalungun Potong Tumpeng Syukuran Hari Bhayangkara ke-80

Dari Sigumpar, misionaris asal Jerman yang dikenal sebagai "Rasul Orang Batak" itu memperluas pelayanan ke wilayah Toba, Samosir hingga Dairi dengan menggunakan **solu** atau perahu tradisional karena saat itu belum tersedia akses jalan darat.

"Warisan ini menjadi saksi bahwa pelayanan yang dibangun dengan iman juga meninggalkan jejak sejarah yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya," pungkas Victor. (net)

Editor : Editor Satu
#Brankas Peninggalan Nommensen #Denah Bersejarah Sigumpar #Ephorus HKBP