Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia,
TAPTENG, METRODAILY – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Agincourt Resources (PTAR) menggelar Aksi Bersih Mangrove di kawasan Konservasi Mangrove Lestari seluas 29 hektare dan Pelatihan Terumbu Karang Artifisial di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut.
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program rehabilitasi mangrove yang telah dijalankan perusahaan sejak 2023 dengan menanam sebanyak 90.000 bibit mangrove.
Baca Juga: Wulan Guritno Tulis Surat Menyentuh untuk Shaloom di Ulang Tahun ke-28
"Kegiatan yang sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, 'Saatnya Bekerja untuk Iklim', ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk aksi nyata pelestarian lingkungan, khususnya di wilayah pesisir dan laut," ujar Katarina dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6).
Kegiatan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, insan pers, serta karyawan PTAR.
Selain aksi bersih kawasan mangrove, peserta juga mendapat edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui buku saku yang menjelaskan pemilahan dan pengelolaan berbagai jenis sampah.
Baca Juga: Argentina Sapu Bersih Fase Grup, Lionel Messi Cetak Gol
Sebanyak 60 peserta yang mengikuti aksi bersih berhasil mengumpulkan sekitar 150 kilogram sampah yang terdiri atas plastik, kertas, kardus, kaleng, dan kaca. Seluruh sampah yang masih memiliki nilai guna akan dikelola dan didaur ulang oleh Bank Sampah Yamantab.
Di lokasi terpisah, PTAR juga menggelar pelatihan pembuatan terumbu karang artifisial. Peserta mendapat edukasi mengenai fungsi terumbu karang sebagai habitat biota laut, pelindung garis pantai, penyerap karbon, serta penopang mata pencaharian masyarakat pesisir.
Mereka juga dibekali pemahaman mengenai ancaman terhadap ekosistem terumbu karang serta berbagai metode restorasi, seperti pembangunan terumbu karang buatan dan transplantasi karang untuk memulihkan habitat yang rusak.
Baca Juga: Tidur di Dalam Truk, HP Sopir Dicuri, Rekening BRI Dibobol Rp5 Juta Lewat M-Banking
"Melalui dua kegiatan ini, kami ingin memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, komunitas lingkungan, media, dan dunia usaha dalam mendukung pelestarian lingkungan yang berkelanjutan," kata Katarina.
PTAR menggandeng Bank Sampah Yamantab dan Kelompok Tani Hutan Mangrove Mandiri sebagai mitra pelaksana dalam memberikan edukasi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap konservasi lingkungan.
Tanam 90.000 Bibit Mangrove
Katarina menjelaskan, PTAR telah dua kali melaksanakan penanaman mangrove di pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah. Penanaman pertama dilakukan pada Februari 2023 di Desa Aek Garut dengan 30.000 bibit mangrove di lahan seluas 10 hektare.
Baca Juga: Buron Perampok Emas Rp160 Juta di Pasar Horas Ditangkap di Rumah Pendeta
Program tersebut berlanjut pada Juli 2024 melalui penanaman 60.000 bibit mangrove di Kelurahan Kalangan dan Desa Sitio-tio Hilir di area seluas 19 hektare. Dengan demikian, total kawasan konservasi mangrove binaan PTAR kini mencapai 29 hektare.
Bibit yang ditanam merupakan spesies lokal, yakni *Rhizophora* sp., *Avicennia* spp., *Nypa fruticans*, dan *Bruguiera* sp., yang dipilih sesuai karakteristik kawasan agar memiliki tingkat keberhasilan tumbuh lebih tinggi.
Menurut Katarina, selain berfungsi menyerap karbon dan membantu mitigasi perubahan iklim, hutan mangrove juga melindungi garis pantai dari abrasi, menyaring polutan, menjaga kualitas air, serta menjadi habitat berbagai biota pesisir seperti ikan, kepiting, dan kerang.
Baca Juga: Razia Pajak Kendaraan di Siantar Jaring 20 Kendaraan, Enam Pengendara Langsung Lunasi PKB
Program konservasi tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Laut, dan SDG 15 tentang Ekosistem Darat.
Ketua Bank Sampah Yamantab, Damai Mendrofa, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengampanyekan kawasan konservasi mangrove yang bebas dari sampah.
"Kami ingin mengajak semua pihak menjaga kawasan konservasi mangrove agar tetap bersih. Sampah yang dikumpulkan tidak hanya dibuang ke TPA, tetapi dikelola melalui bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi," ujarnya.
Baca Juga: Satpam Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Siantar, Tetangga Curiga Setelah Cium Bau Menyengat
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan Mandiri Lestari, Abdul Rahman Sibuea, mengapresiasi konsistensi PTAR dalam mendukung pelestarian lingkungan di kawasan pesisir Tapanuli Tengah.
Menurutnya, kerja sama tersebut telah berjalan selama beberapa tahun dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa semakin diperluas dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah. (rel/rb)
Editor : Editor Satu