Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Gus Irawan Tolak Wacana Hentikan MBG: Putaran Ekonomi di Tapsel Bisa Tembus Rp400 Miliar per Tahun

Editor Satu • Kamis, 18 Juni 2026 | 15:00 WIB
 Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan terhadap pemenuhan gizi anak serta mendorong perputaran ekonomi daerah hingga ratusan miliar rupiah per tahun.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan terhadap pemenuhan gizi anak serta mendorong perputaran ekonomi daerah hingga ratusan miliar rupiah per tahun.

TAPSEL, METRODAILY – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto memberikan dampak besar bagi peningkatan gizi anak sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah.

Karena itu, Gus Irawan menolak wacana penghentian program tersebut dan meminta pihak-pihak yang mengkritik MBG untuk melihat langsung manfaatnya di daerah.

“Yang bilang stop MBG sebaiknya turun dulu ke desa-desa melihat manfaatnya. Jangan hanya berteriak di Jakarta. Lihat bagaimana dampaknya bagi masyarakat di daerah,” kata Gus Irawan, Selasa (16/6/2026).

Baca Juga: Mengejutkan! ASN Masuk 4 Profesi Paling Tidak Dipercaya Publik

Menurutnya, MBG bukan hanya program pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat.

Ia mengungkapkan, jika program berjalan sesuai target di Kabupaten Tapanuli Selatan, perputaran ekonomi yang tercipta dari kegiatan MBG diperkirakan mencapai Rp400 miliar per tahun.

“Dari hitungan yang kami lakukan, perputaran dana melalui MBG di Tapanuli Selatan saja bisa mencapai sekitar Rp400 miliar per tahun. Ini dapat menjadi trigger atau penggerak utama ekonomi daerah,” ujarnya.

Gus Irawan menilai program tersebut justru perlu diperluas agar seluruh sekolah dapat merasakan manfaat yang sama.

Baca Juga: Ribuan Depot Air Minum di Sumut Belum Punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Ia mengungkapkan, menjelang tahun ajaran baru, sekolah-sekolah yang telah menerima program MBG menjadi lebih diminati masyarakat untuk tempat mendaftar anak-anak mereka.

Kondisi itu, menurutnya, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sekaligus menjadi alasan agar cakupan MBG diperluas secara merata.

“MBG harus dipertahankan dan diperluas, terutama di daerah-daerah yang masih menghadapi persoalan stunting dan keterbatasan ekonomi,” katanya.

Baca Juga: Hari Bhayangkara, Polres Simalungun Bedah Rumah Lansia di Nagori Pantoan Maju

Gus Irawan juga mengingatkan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap persoalan gizi anak sebenarnya telah muncul jauh sebelum menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Ia menyebut gagasan tersebut merupakan bagian dari konsep yang pernah diperkenalkan Prabowo melalui tiga gerakan sosial, yakni Revolusi Putih, Revolusi Merah, dan Revolusi Hijau.

Menurutnya, Revolusi Putih yang berfokus pada pembagian susu dan makanan bergizi menjadi cikal bakal lahirnya Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini dijalankan pemerintah.

Baca Juga: 784 Anak PAUD SAB se-Kota Siantar Dilepas, Wesly: Kalian Bintang Kecil Masa Depan

Selain berdampak pada kesehatan dan penurunan angka stunting, MBG juga dinilai mampu menciptakan pemerataan ekonomi hingga ke tingkat desa dan kecamatan.

“Semangat MBG ada di desa. Di sekitar dapur MBG ekonomi bergerak. Uang berputar di masyarakat, petani mendapat pasar, peternak mendapat pembeli, dan pelaku usaha lokal ikut tumbuh,” jelasnya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga telah mendorong kerja sama antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yayasan pengelola, dan dapur MBG dalam mendukung keberlanjutan program tersebut.

Baca Juga: Polisi Temukan Pohon Ganja Ditanam di Pot, Pemilik Rumah Ditangkap

Melalui skema tersebut, Baznas menyalurkan zakat produktif kepada mustahik untuk kegiatan pertanian, peternakan, maupun budidaya tanaman pangan.

Hasil produksi para penerima zakat kemudian diserap oleh dapur MBG sebagai bahan baku penyediaan makanan bergizi bagi siswa.

“Harapannya, para mustahik yang menerima bantuan produktif dapat meningkatkan kesejahteraannya hingga nantinya berubah status menjadi muzakki atau pembayar zakat,” tutur Gus Irawan.

Ia optimistis Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di daerah. (net)

Editor : Editor Satu
#hentikan MBG #manfaat MBG #Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu