Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tragis! Satu Keluarga Disambar Petir Saat Berteduh, Istri Tewas dan Suami Kritis

Editor Satu • Kamis, 18 Juni 2026 | 11:40 WIB
 Suratman Damanik menjalani perawatan intensif di RS Laras setelah tersambar petir bersama istrinya saat berteduh dari hujan deras di Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun. Dalam peristiwa tersebut, istrinya, Lirahayu Siregar, meninggal dunia, sementara tiga anak mereka selamat.
Suratman Damanik menjalani perawatan intensif di RS Laras setelah tersambar petir bersama istrinya saat berteduh dari hujan deras di Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun. Dalam peristiwa tersebut, istrinya, Lirahayu Siregar, meninggal dunia, sementara tiga anak mereka selamat.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Musibah tragis menimpa satu keluarga di Kabupaten Simalungun.

Seorang ibu rumah tangga meninggal dunia, sementara suaminya mengalami kondisi kritis setelah tersambar petir saat berteduh dari hujan deras di kawasan Latek 32 Afdeling II Nagori Bandar Betsy I, Kecamatan Bandar Huluan, Selasa (16/6) malam.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Lirahayu Siregar (30). Sedangkan suaminya, Suratman Damanik (49), hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Laras.

Sementara tiga anak mereka, yakni Nyumanda Fahri Damanik (11), Geisan Damanik (6), dan Dafri Suhada Damanik (3), selamat tanpa mengalami luka fisik.

Baca Juga: Saksi Lihat Pria Misterius Siram Cairan Diduga Bensin Sebelum Pasar Parluasan Siantar Terbakar

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat keluarga itu sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka di Huta II Nagori Tanjung Hataran.

Saat itu, Suratman mengendarai sepeda motor dengan membonceng istrinya serta ketiga anak mereka. Namun di tengah perjalanan, hujan turun dengan intensitas tinggi sehingga mereka memutuskan berteduh di kawasan Latek 32 Afdeling II.

Dalam kondisi gelap, Lirahayu menyalakan lampu senter dari telepon genggamnya untuk penerangan.

“Ketika sedang berteduh, petir tiba-tiba menyambar lokasi tersebut dan mengakibatkan kedua orang tua anak-anak itu terjatuh serta tidak sadarkan diri,” ujar Verry, Rabu (17/6).

Baca Juga: Syifa Hadju Bantah Isu Hamil, Unggahan di Threads Diduga Jadi Jawaban

Melihat kedua orang tuanya terkapar, anak sulung mereka, Nyumanda Fahri Damanik, berlari sekitar 500 meter menuju Pondok Afdeling II untuk meminta pertolongan kepada warga.

Warga yang menerima informasi segera mendatangi lokasi kejadian dan membantu proses evakuasi korban.

Setelah menerima laporan, Kapolsek Bandar Huluan Iptu Patar Banjarnahor memerintahkan personel piket yang dipimpin Ipda Hendrawan Sembiring untuk segera menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pemerintah nagori setempat.

Baca Juga: Tengku Dewi Blak-blakan Jelaskan Perceraian ke Anak: Papa Punya Kehidupan Baru

Kedua korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Laras untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun nahas, nyawa Lirahayu Siregar tidak berhasil diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit dan jenazahnya langsung dibawa ke rumah duka.

Sementara itu, Suratman Damanik masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU akibat luka serius yang dideritanya akibat sambaran petir.

AKP Verry Purba menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga tersebut.

“Polres Simalungun menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga almarhumah Lirahayu Siregar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan Bapak Suratman segera diberikan kesembuhan,” ungkapnya.

Baca Juga: Sarah Sechan Dukung BNN Perangi Narkoba: Ancaman Sudah Menyasar Anak-Anak

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem terjadi, terutama ketika hujan deras disertai petir dan kilat. (rel)

Editor : Editor Satu
#tewas tersambar petir