MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun pada Tahun Anggaran 2026 untuk mempercepat pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Program prioritas tersebut menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Gubernur Sumut, Bobby Nasution, dalam menghadirkan hasil pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Sumut, Faisal Arif Nasution, mengatakan anggaran tersebut dilaksanakan melalui sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) utama bersama sejumlah OPD pendamping dengan total 141 kegiatan.
“Realisasinya untuk PHTC di triwulan I ini untuk kontrak sudah mencapai Rp539 miliar, realisasi keuangan Rp115 miliar atau 10,7 persen, dengan realisasi fisik 10,24 persen,” ujar Faisal dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobi Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (10/6/2026).
Menurut Faisal, dana PHTC difokuskan untuk enam program prioritas yang menjadi unggulan Pemerintah Provinsi Sumut, yakni Program Unggulan Sekolah Gratis (PUBG), Program Berobat Gratis (Probis) melalui Universal Health Coverage (UHC), Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (Jaskop), Digitalisasi Pelayanan Publik (CERDAS), Infrastruktur Strategis Terintegrasi (INSTANSI), serta Perlindungan Rakyat Melalui Restorative Justice (PRESTICE).
Berdasarkan data Progres Report Pengendalian Pembangunan (PRP2) Sumut Triwulan I Tahun 2026, pembangunan daerah saat ini masih berada pada tahap awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang didominasi kegiatan persiapan dan pekerjaan fisik.
“Jika dilihat capaian fisik masih rendah karena di triwulan I masih fase persiapan dan kontraktual. Setelah April dan Mei, progres sudah meningkat. Sebagian besar kegiatan yang belum berkontrak pada triwulan I kini sudah memasuki tahap kontrak, terutama proyek infrastruktur,” jelasnya.
Faisal mengungkapkan beberapa program masih menunggu waktu pelaksanaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Salah satunya Program Unggulan Sekolah Gratis (PUBG) yang akan mulai direalisasikan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Program tersebut ditargetkan menjangkau 103.590 siswa yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kepulauan Nias dan daerah terdampak bencana seperti Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Utara, serta Kabupaten Langkat.
“Program PUBG sudah memiliki pagu anggaran, tetapi pelaksanaannya menyesuaikan tahun ajaran baru yang dimulai Juli 2026,” kata Faisal.
Sementara itu, beberapa program lainnya telah berjalan sesuai tahapan. Program Berobat Gratis melalui skema UHC sudah direalisasikan, sedangkan Program Jaskop saat ini memasuki tahap survei pengadaan Solar Dryer Dome.
Fasilitas tersebut dirancang sebagai tempat penyimpanan komoditas pertanian saat panen melimpah guna menjaga kestabilan harga di tingkat petani. Dengan demikian, petani diharapkan tidak mengalami kerugian akibat anjloknya harga pasar ketika produksi meningkat.
“Progresnya pada bulan ini sudah selesai sesuai jadwal,” ujarnya.
Untuk proyek-proyek infrastruktur fisik, sebagian masih berada dalam proses pengadaan barang dan jasa. Proses tersebut juga dipengaruhi adanya perubahan nomenklatur sejumlah OPD yang terjadi pada April 2026.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan seluruh proyek infrastruktur telah berkontrak pada Juni 2026 sehingga percepatan pekerjaan dapat dilakukan dan seluruh target pembangunan selesai sesuai jadwal pada akhir tahun.
Melalui alokasi anggaran sebesar Rp1,1 triliun tersebut, Pemprov Sumut berharap berbagai program prioritas dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, memperkuat kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. (rel)
Editor : Editor Satu