Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Waspadai Ancaman Megathrust, Sumut Siapkan Strategi Mitigasi

Editor Satu • Rabu, 10 Juni 2026 | 14:40 WIB
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (9/6/2026).  (Foto: Diskominfo Sumut/Fahmi Aulia)
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (9/6/2026).  (Foto: Diskominfo Sumut/Fahmi Aulia)

MEDAN, METRODAILY – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan pentingnya penguatan mitigasi ancaman Megathrust guna melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga stabilitas daerah.

Ancaman gempa besar yang berpotensi memicu tsunami tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada keselamatan jiwa, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, pelayanan publik, stabilitas sosial hingga keamanan.

Penegasan itu disampaikan Bobby Nasution saat memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga: Lampu Jalan Terpasang, Warga Gunung Melayu Kini Lebih Aman Melintas Malam Hari

Menurut Bobby, Megathrust merupakan zona pertemuan antara lempeng samudera dan lempeng benua yang menyebabkan proses subduksi dan berpotensi memicu gempa bumi berkekuatan besar.

"Gempa Megathrust memiliki karakteristik magnitudo sangat besar, terjadi di zona subduksi, memiliki patahan dangkal dan luas, serta berpotensi memicu tsunami besar. Salah satu contohnya adalah gempa Aceh tahun 2004 yang memicu tsunami di Samudera Hindia," ujarnya.

Bobby menjelaskan, kawasan Mentawai dan pesisir pantai barat Sumatera menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi ancaman Megathrust. Karena itu, seluruh pihak diminta tidak mengabaikan berbagai peringatan dan informasi terkait potensi bencana yang dikeluarkan lembaga berwenang.

Baca Juga: Itwasum Polri Turun Mengaudit Kinerja dan Anggaran Polres Tanjungbalai

Untuk mengurangi risiko bencana, Pemprov Sumut menerapkan berbagai strategi mitigasi, mulai dari pendekatan struktural, nonstruktural, sosial budaya hingga penguatan harmoni lintas agama di lokasi pengungsian. Upaya tersebut juga dipadukan dengan kearifan lokal berbasis nilai-nilai kebhinekaan.

Selain itu, Pemprov Sumut terus memperkuat kebijakan dan tata kelola kebencanaan, membangun infrastruktur tahan bencana, meningkatkan kapasitas masyarakat, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta memanfaatkan inovasi dan teknologi dalam sistem mitigasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga menyinggung penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Utara pada November 2025. Menurutnya, dampak bencana yang sangat besar dapat ditangani berkat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Demo PTPN IV Regional II, PMPRI Desak Proyek di Asahan Dibatalkan

Data Pemprov Sumut mencatat sebanyak 1.803.715 jiwa terdampak bencana, 11.209 orang mengungsi, 375 orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan 41 orang dinyatakan hilang.

Sebagai bentuk komitmen mempercepat pemulihan pascabencana, Pemprov Sumut mengalokasikan dukungan fiskal melalui Transfer ke Daerah (TKD) untuk rehabilitasi dan rekonstruksi tahun 2026-2028 sebesar Rp23,33 triliun. Selain itu, tersedia tambahan TKD tahun 2026 sebesar Rp1,134 triliun.

Sementara itu, Wakil Komandan Sesko TNI, Teguh Puji Raharjo, mengatakan KKDN Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 diikuti 60 peserta.

Kegiatan tersebut bertujuan membekali calon pemimpin TNI dengan wawasan strategis dan kemampuan menganalisis penataan wilayah pertahanan secara langsung di daerah.

Baca Juga: Nelayan Asahan Keluhkan Perluasan Areal Budidaya Tambak Kerang

"Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mendeteksi, menganalisis, serta melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi ancaman dan bencana," ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Utara serta jajaran perwira TNI. (rel)

Editor : Editor Satu
#Gubsu Bobby Nasution #mitigasi bencana #megathrust