Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pekan Ini, Medan hingga Tapteng Berpotensi Diguyur Hujan dan Angin Kencang

Editor Satu • Senin, 8 Juni 2026 | 09:45 WIB
Prakiraan cuaca BMKG menunjukkan potensi hujan lebat di Simalungun dan gelombang tinggi di perairan Sumatera Utara pada 7–8 Januari 2028.
Prakiraan cuaca BMKG menunjukkan potensi hujan lebat di Simalungun dan gelombang tinggi di perairan Sumatera Utara pada 7–8 Januari 2028.

MEDAN, METRODAILY – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai angin kencang.

Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Nensy Nindy Tambunan, mengatakan kondisi cuaca tersebut berpotensi terjadi di beberapa kabupaten dan kota di Sumut.

Baca Juga: Dituding Bangkrut Usai Jual BMW dan Tanah, Via Vallen Beri Jawaban Menohok

Wilayah yang diprakirakan terdampak antara lain Deliserdang, Langkat, Binjai, Medan, Serdangbedagai, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, hingga Nias Selatan.

"Kondisi cuaca ini terjadi di Deliserdang, Langkat, Binjai, Medan, Serdangbedagai, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, dan Nias Selatan, dengan suhu udara berkisar 16 hingga 33 derajat Celsius, kelembapan udara mencapai 73 hingga 99 persen serta angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 4 sampai 9 kilometer per jam," ujar Nensy di Medan, kemarin.

Menurutnya, berdasarkan analisis dinamika atmosfer, terdapat sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan potensi hujan di wilayah Sumatera Utara.

Baca Juga: Gisella Anastasia Berduka, Hadiri Pemakaman Adat Batak Sang Opung

Salah satunya adalah aktifnya gelombang ekuatorial Rossby dan gelombang Kelvin yang terpantau memengaruhi wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kondisi tersebut berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut.

Selain itu, hasil analisis pola angin menunjukkan adanya belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Sumatera Utara yang turut mendukung terbentuknya awan konvektif penyebab hujan.

"Analisis angin menunjukkan adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Sumut. Hal tersebut meningkatkan pertumbuhan awan dan potensi hujan di wilayah Sumut," jelasnya.

Baca Juga: 18 Tahun Menjanda, Yuni Shara Belum Tertarik Menikah Lagi

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem tersebut karena dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan juga diminta lebih berhati-hati, terutama saat hujan deras disertai angin kencang terjadi.

"Kami mengimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ini. Kondisi ini dapat memicu banjir, longsor, dan pohon tumbang. Tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan serta pantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG," imbau Nensy.

Baca Juga: Dihujat Tak Bayar Korban Penipuan, Melaney Ricardo Bongkar Tarif Bintang Tamu Podcastnya

BMKG juga meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui akun media sosial resmi BBMKG Wilayah I Medan maupun platform informasi cuaca BMKG guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan oleh perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan. (smg)

Editor : Editor Satu
#bmkg #Cuaca Sumut #cuaca ekstrem