SIBOLGA, METRODAILY- Aktivitas jual beli di Pasar Ikan Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, dalam beberapa hari terakhir terlihat sepi. Kondisi tersebut dipicu minimnya pasokan ikan yang menyebabkan harga berbagai jenis ikan melonjak tajam.
Salah seorang pedagang ikan, Beni Lubis, mengatakan hasil tangkapan nelayan menurun akibat musim terang bulan dan cuaca ekstrem yang terjadi di perairan sekitar Sibolga.
“Selain karena musim terang bulan, cuaca di laut juga sedang tidak bersahabat. Akibatnya hasil tangkapan nelayan berkurang dan harga ikan naik cukup tinggi,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Ia menjelaskan harga ikan jenis timpik atau tongkol kini mencapai Rp45 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya harga ikan tersebut berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada jenis ikan lainnya. Ikan gambolo atau gembung kini dijual hingga Rp55 ribu per kilogram, sedangkan ikan sare atau ogak kasar mencapai Rp38 ribu per kilogram.
Sementara beberapa jenis ikan lain seperti buncilak dan sisik mengalami kenaikan rata-rata hingga 50 persen dibandingkan harga normal.
Menurut para pedagang, tingginya harga ikan berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembelian, bahkan ada yang memilih tidak membeli ikan sama sekali.
“Kalau biasanya membeli dua kilogram, sekarang hanya satu kilogram. Ada juga yang tidak jadi membeli dan beralih ke telur, daging ayam, atau ikan asin,” kata Beni.
Kondisi serupa dirasakan Ali, salah seorang pemasok ikan ke sejumlah daerah di Sumatera Utara. Ia mengaku terpaksa menghentikan sementara pengiriman ikan kepada para pelanggannya karena harga di tingkat lokal sudah terlalu tinggi.
“Bagaimana mau mengirim ke luar kota kalau harga ikan di Sibolga sendiri sudah mahal. Pelanggan di luar daerah kemungkinan juga keberatan membeli dengan harga sekarang,” ujarnya.
Beni dan para pedagang lainnya mengaku sulit memprediksi kapan harga ikan akan kembali normal. Menurut mereka, harga sangat bergantung pada hasil tangkapan nelayan, kondisi cuaca, serta perkembangan harga ikan di daerah penghasil lainnya.
“Kami berharap cuaca segera membaik dan hasil tangkapan nelayan meningkat, sehingga pasokan kembali normal dan harga ikan bisa turun,” ucapnya. (net)
Editor : Leo Sihotang