Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Longsor di Batangtoru Timbun Ibu dan Anak, 11 Tahun Lalu Pernah Menimpa Suami dan Putri

Metro-Esa • Selasa, 19 Mei 2026 | 17:55 WIB
Upaya Evakuasi oleh personil BPBD, TNI dan perusahaan di lokasi longsor Batangtoru, Kabupaten Tapsel, Selasa (19/5/2026). (Samman/Metro Tabagsel)
Upaya Evakuasi oleh personil BPBD, TNI dan perusahaan di lokasi longsor Batangtoru, Kabupaten Tapsel, Selasa (19/5/2026). (Samman/Metro Tabagsel)

TAPSEL, METRODAILY- Tanah longsor menimpa seorang ibu dan anak di Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara, Senin (18/5/2026) sore. Tragedi serupa pernah menimpa keluarga ini. 

Awalnya, sore sekitar pukul 18.00 Wib, hujan deras melanda Kecamatan Batangtoru dan sekitarnya. Air yang mengalir dari lahan kebun sawit mengalir deras hingga masuk ke rumah korban, yang juga berdekatan dengan sungai Batangtotu. 

Sariman Gulo, sebagai anak sulung pun pergi ke arah perkebunan sekitar 50 meter dari rumah mereka. Kondisinya terjal dan menanjak. Tujuannya memperbaiki aliran air yang merembes ke rumah.  Sang ibu, Yasine Gulo kemudian menyusul. 

Baca Juga: 330 Titik Longsor Ditemukan di Hulu Sungai Garoga–Siondop, Indikasikan Kerusakan Hutan Tapsel

"Abang duluan tadi pergi. Ibu menyusul.  Aku lihatnya tadi mereka pergi ke belakang rumah," kata Viki Gulo, anak tengah di keluarga ini. 

Hanya sekitar 15 menit berada di sana. Suara gemuruh terdengar dari belakang rumah. Setelah diperiksanya, ternyata, tanah longsor sudah terjadi. 

"Aku lihat sudah longsor. Batu yang ada di atas sudah ikut longsor. Kupangggil-panggil ibu dan abang, nggak ada balasan," ujar Viki. 

Viki kebingungan harus bagaimana. Hingga beberapa waktu kemudian, ia pun memberitahukan ke penduduk sekitar yang jauh dari lokasi permukiman mereka ini. 

Baca Juga: PAUD Tapsel Didorong Naik Kelas, Bupati Gus Irawan Targetkan Akreditasi A

"Ini sudah kelamaan. Kalaulah mereka masih selamat dari kejadian longsor, mama dan abang pasti sudah pulang," jelasnya. 

Upaya evakuasi pun dilakukan. Hingga akhirnya ditunda karena kendala alat dan cuaca pada malam hari. 

Selasa (19/5/2026) pagi sekitar pukul 9.30 Wib, tim BPBD yang melakukan pencarian dan evakuasi akhirnya menemukan jasad Yasine Gulo di antara batu besar kawasan kebun sawit ini. 

Menurut Viki, ibunya pada malam hari kejadian membawa payung menyusul abangnya. Sementara abangnya tidak mengenakan baju saat berupaya memperbaiki aliran air. 

"Aku yakin itu mama. Mama waktu pergi kemarin sore pakai payung, sedangkan abang nggak pakai baju," ujarnya. 

Baca Juga: 10 Hektare Sawah di Naga Juang Madina Masih Tertimbun Longsor, Petani Rugi Ratusan Juta

Jasad korban sementara disemayamkan di rumah keluarga ini. Sementara upaya pencarian masih dilakukan terhadap Sariman Gulo. 
Sementara itu, mengulas ke belakang pada tahun 2015 lalu. Keluarga ini juga pernah dirundung musibah yang sama. 

Pada saat itu, tanah longsor di kebun ini bahkan menimpa rumah keluarga ini. Menimpa ayah dan saudari dari Viki Gulo. 

"Suami dan putri dari korban sudah pernah menjadi korban longsor. Kejadiannya 2005 lalu. Ini kejadian kedua. Keduanya meninggal karena longsor sampai masuk rumah," ulas Kepala Lingkungan II, Wek I, Batangtoru, Asmara Budi Daulay. (SAN)

Editor : Metro-Esa
#longsor di batubara #tapsel #longsor #tertimbun longsor