TAPSEL, METRODAILY- Mahasiswa bersama dosen Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel) mengelola dan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menerangi sejumlah fasilitas umum di salah satu desa terdampak bencana di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis pada (5/3/2026) lalu.
Pascabencana 25 November 2025 lalu, seluruh akses lampu penerangan lumpuh total di sejumlah desa di Kecamatan Batangtoru, salah satunya Desa Hutagodang. Tim yang dipimpin Imelda Sari Harahap sebagai dosen, kemudian bergerak bersama mahasiswa untuk terlibat langsung dan mengambil peran.
Itu pula yang melatarbelakangi lahirnya "Optimalisasi PLTS Komunal Skala Rumah Tangga sebagai energi alternatif bagi Desa Huta Godang" sebagai bagian dari program mahasiswa berdampak inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program tersebut melibatkan sejumlah pihak di antaranya Dosen Pendamping Imelda Sari Harahap MSi dari Prodi Agroteknologi, Dr Nurhamidah Gajah dari Prodi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Masdelima Azizah Sormin MPd dark Prodi Pendidikan Matematika, beserta 50 mahasiswa, Mitra Sasaran PKK dan Naposo Nauli Bulung (NNB) Desa Huta Godang
Imelda Sari Harahap mengatakan, desa sasaran untuk program mahasiswa berdampak bermula dari kunjungan mahasiswa ketika masa bencana menimpa Desa Huta Godang. Akses penerangan saat itu lumpuh total dan melahirkan inovasi PLTS tersebut.
"Kami mendorong para mahasiswa untuk bergerak, berniat agar dapat bermanfaat bagi masyarakat dan melahirkan inovasi yang bisa berdampak secara nyata di masa pemulihan pasca bencana," ungkap dosen Agroteknologi UM Tapsel itu.
Imelda menyebut, program mahasiswa berdampak adalah peluang nyata dalam mengelola memanfaatkan sumberdaya alam dan lingkungan untuk bisa membantu pemulihan desa pasca bencana, setidaknya penerangan di sejumlah fasilitas umum bisa pulih.
"Kita ambil fasilitas umum, tujuannya agar masyarakat desa bisa merasakan manfaat secara menyeluruh dari inovasi PLTS yang dilakukan," jelasnya.
Imelda juga berharap, program ini dapat berkelanjutan dan bisa menyentuh seluruh fasilitas umum lainnya di Desa yang terdampak bencana serta dapat dikembangkan terhadap kegiatan lainnya bukan hanya sebagai penerangan sesuai kebermanfaatn PLTS yang ramah lingkungan.
Tujuannya, kata dia, untuk membawa desa tersebut menjadi desa mandiri energi kedepannya sesuai dengan Asta cita ke 2 program pemerintah dan SDGs Poin 7: Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy) dan didukung aspek lingkungan oleh SDGs Poin 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action).
"Yang mana kita ketahui bersama bahwa bencana yang terjadi di desa hutagodang ini adalah bencana hidrometerologi yang merupakan dampak dari perubahan iklim," jelasnya.
Ketua Tim Lapangan Rahmat Fauzi Batubara mengatakan, program mahasiswa berdampak yang mereka lakukan adalah pemanfaatan energi alternatif atau PLTS meliputi perencanaan, perancangan, pengoperasian.
"Saat ini progres PLTS sudah rampung dan sudah diserahterimakan kepada Desa Huta Godang. Kapasitas PLTS ini 2,36 Kwp dengan baterainya di 5,1 Kwh dan resolvenya di 3,5 Kwh yang dapat digunakan. Sejauh ini digunakan untuk penerangan malam hari dan kondisi darurat," ungkap mahasiswa agroteknologi UM-Tapsel ini.
Kepala Desa Huta Godang, Adamal Tampubolon mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan pemasangan PLTS di sejumlah fasilitas umum.
"Kami sangat berterimakasih kepada para mahasiswa dan dosen dari UMTS. Kami sangat merasakan manfaat lampu penerangan yang sudah dipasang di tempat kami. Kami akan berupaya untuk terus melakukan perawatan dan pengoperasian PLTS ini," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengabdian Luthfi Ilham Ramdhani sebagai perwakilan KemendiktiSainstek menegaskan, program mahasiswa berdampak tersebut akan berlanjut dengan penjaringan yang ketat di Indonesia dalam memulihkan daerah pasca bencana.
"Para mahasiswa selama mengabdi juga belajar. Selain untuk mengimplementasikan ilmunya di kampus, dan juga melatih kepekaan para mahasiswa bagaimana hidup di masyarakat," ucapnya.
Selain itu, Lutfi mengatakan, pelaksanaan program itu diharapkannya dapat bermanfaat bagi masyarakat di Desa Huta Godang.
"Semoga bermanfaat dan diharapkan masyarakat dapat merawat serta memberi dampak pemulihan dan bangkit yang lebih cepat," tandasnya.
Ke-empat titik pemasangan PLTS berada di areal Pustu, Sekolah, Balai Desa hingga Jalan Belakang di Desa Huta Godang. (SAN)
Editor : SAMMAN