Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bangkai Babi Dibuang di Ringroad Taput, Warga Khawatir Penyakit Menyebar

Editor Satu • Selasa, 21 April 2026 | 13:40 WIB

Bangkai babi yang dibuang sembarangan di Simpang Empat Ringroad, Desa Lobusiregar II, Tapanuli Utara, sebelum akhirnya dibakar warga.

Bangkai babi yang dibuang sembarangan di Simpang Empat Ringroad, Desa Lobusiregar II, Tapanuli Utara, sebelum akhirnya dibakar warga.

TAPUT, METRODAILY – Warga di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, dihebohkan dengan temuan bangkai babi yang dibuang sembarangan di Simpang IV Ringroad, Desa Lobusiregar II, Senin (20/4/2026).

Temuan tersebut memicu kekhawatiran warga karena berpotensi menimbulkan penyebaran penyakit, terutama di tengah kondisi meningkatnya kasus penyakit ternak babi dalam beberapa bulan terakhir.

Salah seorang warga, B Silitonga, menyebut pembuangan bangkai ternak secara sembarangan sangat berbahaya bagi kesehatan lingkungan.

Baca Juga: Puluhan Pelajar Samosir Ikuti Lomba Esai “Aku dan Mimpimu” di Pangururan

“Ada yang buang bangkai babi sembarangan. Tidak tahu dari mana asalnya. Memang dua bulan terakhir ini sedang musim penyakit pada babi di daerah kami,” ujarnya.

Ia meminta pemilik ternak lebih bertanggung jawab dalam menangani bangkai hewan agar tidak membahayakan masyarakat.

“Kalau dibuang sembarangan, bisa menimbulkan penyakit. Seharusnya pemilik ternak paham itu,” tambahnya.

Baca Juga: Dari 133 Ormas, Hanya 7 Lolos Hibah APBD Toba 2026, Ini Daftarnya

Sudah Dibakar, Warga Diminta Waspada

Kepala Desa Lobusiregar II, Janri Silitonga, mengatakan pihak desa telah mengambil langkah cepat dengan membakar bangkai tersebut.

“Bangkai babinya sudah dibakar agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para peternak agar tidak lagi membuang bangkai hewan sembarangan dan mengikuti prosedur penanganan yang aman.

Baca Juga: Bendungan Ambruk 5 Bulan Tak Diperbaiki, Ratusan Hektare Sawah di Tapteng Kekeringan

Kasus ini menjadi perhatian serius karena pembuangan bangkai ternak tanpa penanganan yang benar berpotensi mencemari lingkungan dan mempercepat penyebaran penyakit.

Warga berharap pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap peternak serta memberikan edukasi terkait penanganan bangkai hewan yang sesuai standar kesehatan. (net)

Editor : Editor Satu
#bangkai babi dibuang