Proyek ini menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang selama puluhan tahun menghadapi kondisi jalan rusak.
Kepala Dinas BMBKCK Sumut, Chandra Dalimunthe, menyebut dua ruas yang akan dibangun yakni:
- Silimbat–Parsoburuan (Toba) sepanjang 8,30 km
???? Anggaran: Rp49,8 miliar - Parsoburuan–batas Labura sepanjang 7 km
???? Anggaran: Rp42 miliar
Total anggaran mencapai Rp91,8 miliar.
Dorong Konektivitas dan Ekonomi Pertanian
Pembangunan jalan ini ditargetkan mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus mendongkrak ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian.
Manfaat utama:
- Memperlancar distribusi hasil tani
- Menekan biaya transportasi
- Mempercepat akses ke layanan pendidikan dan kesehatan
“Mobilitas barang dan jasa akan lebih lancar,” ujar Chandra.
Proyek ini juga menjadi respons atas aspirasi masyarakat di kawasan Habinsaran, Borbor, dan Nassau (Habornas) yang selama ini mengeluhkan infrastruktur jalan rusak.
Perbaikan dinilai krusial karena selama ini:
- Aktivitas ekonomi terhambat
- Akses antarwilayah terbatas
- Biaya logistik tinggi
Pemprov memastikan pelaksanaan proyek akan dikawal ketat melalui:
- Koordinasi lintas kabupaten
- Dukungan aparat keamanan
- Pengawasan kualitas konstruksi secara rutin
Hal ini untuk menjamin hasil pembangunan tahan lama dan berkelanjutan.
Pembangunan ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov Sumut dalam:
- Mengurangi kesenjangan infrastruktur
- Meningkatkan konektivitas regional
- Mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis wilayah. (rel)