TANJUNGBALAI, METRODAILY – Arus balik Lebaran Idulfitri 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak 24 Maret dan diprediksi mencapai puncaknya pada Minggu, 29 Maret 2026.
Hal ini disampaikan anggota Koramil 09/TB Kodim 0208 Asahan, Pelda Hendra Hadi Pranata, yang menyebut lonjakan penumpang terjadi menjelang kembali normalnya aktivitas masyarakat pada Senin (30/3/2026).
“Peningkatan jumlah penumpang sudah terlihat sejak 24 Maret dan terus berlanjut seiring mulai aktifnya kembali perkantoran,” ujarnya.
Baca Juga: Target Naik 10 Kali Lipat, Menteri Maruarar Sidak BSPS di Toba: Tak Boleh Ada Penyimpangan
Menurut Hendra, tren peningkatan ini merupakan pola tahunan, di mana pemudik mulai kembali lebih awal untuk menghindari kepadatan puncak serta menyesuaikan dengan jadwal kerja dan sekolah.
Diperkirakan, arus balik akan semakin padat hingga akhir pekan sebelum akhirnya mencapai puncak pada 29 Maret.
Penumpang Diimbau Waspada
Petugas mengingatkan masyarakat agar tetap waspada selama perjalanan, khususnya di area stasiun dan transportasi umum yang mulai dipadati penumpang.
“Jaga barang bawaan dan jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal,” tegas Hendra.
Baca Juga: Data Asal-asalan Bisa Rugikan Korban, Bupati Tapteng Warning Pendataan Bantuan Bencana
Ia juga mengingatkan agar penumpang tidak membawa barang terlarang seperti narkoba, senjata tajam, maupun senjata api.
Sementara itu, seorang penumpang kereta relasi Tanjungbalai–Medan, Irmayanti, mengaku telah memesan tiket jauh hari sebelum Ramadan untuk menghindari kehabisan.
Ia juga berharap pihak stasiun meningkatkan fasilitas, terutama kapasitas ruang tunggu yang dinilai masih terbatas.
“Masih banyak penumpang yang harus berdiri karena ruang tunggu tidak cukup,” ujarnya.
Perlu Kolaborasi Jaga Kenyamanan
Dengan meningkatnya arus balik, seluruh pihak diharapkan dapat berkolaborasi menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang, khususnya di titik-titik transportasi publik.
Pengelola stasiun dan aparat keamanan diminta mengantisipasi lonjakan agar pelayanan tetap optimal selama periode arus balik Lebaran. (net)