TAPTENG, METRODAILY – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menerima piagam penghargaan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam pelaksanaan operasi SAR tanggap darurat bencana hidrometeorologi.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Nias, Putu Arga Sujarwadi, kepada Bupati Masinton Pasaribu di ruang kerja Bupati Tapteng, Pandan, Selasa (10/3/2026).
Putu Arga Sujarwadi mengatakan, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi Basarnas atas kolaborasi dan dukungan yang diberikan Pemkab Tapanuli Tengah selama pelaksanaan operasi SAR saat terjadi bencana hidrometeorologi di wilayah kerja Kantor SAR Nias.
“Kami datang untuk menyerahkan piagam penghargaan dari Basarnas kepada Bupati Tapteng atas dukungan yang diberikan dalam operasi SAR tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Kami mengapresiasi sinergi dan kolaborasi yang selama ini terjalin,” ujarnya.
Bupati Masinton Pasaribu menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut dan menegaskan bahwa keberhasilan penanganan bencana tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk Basarnas dan Kantor SAR Nias.
Ia menilai peran Basarnas sangat penting dalam membantu proses penanggulangan bencana serta upaya penyelamatan masyarakat saat kondisi darurat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Basarnas dan SAR Nias telah banyak membantu dalam penanggulangan bencana di Tapanuli Tengah,” kata Masinton.
Masinton juga berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, terutama dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melalui program pelatihan desa tangguh bencana guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Ia juga mengusulkan agar edukasi kebencanaan mulai diperkenalkan sejak dini di lingkungan sekolah.
“Ke depan kami berharap ada pelatihan desa tangguh bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga. Selain itu, karakteristik kebencanaan juga perlu dikenalkan sejak dini di sekolah mulai dari PAUD, SD hingga SMP sebagai muatan lokal,” jelasnya.
Masinton menambahkan, upaya mitigasi bencana menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan dari bencana alam yang tidak dapat dicegah.
Karena itu, Pemkab Tapanuli Tengah juga berencana memperkuat konsep Kabupaten Tangguh Bencana sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana di daerah tersebut. (Zatam)
Editor : Editor Satu