TAPUT, METRODAILY – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun tambahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, setelah sembilan sumber mata air warga rusak akibat bencana.
Pembangunan fasilitas tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat tetap terpenuhi, khususnya di wilayah yang terdampak.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan wilayah Tarutung sebelumnya mengalami bencana yang berdampak pada sejumlah fasilitas pengolahan air minum milik masyarakat.
“Tarutung kemarin termasuk daerah yang terkena musibah, dan beberapa pengolahan air minumnya terdampak,” ujar Dody saat meninjau kondisi IPA di Kecamatan Sipoholon, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah melalui Bupati Tapanuli Utara meminta bantuan kepada Kementerian PU untuk meningkatkan kapasitas instalasi pengolahan air yang sudah beroperasi di wilayah tersebut.
IPA yang sudah ada di Sipoholon memiliki kapasitas produksi air sebesar 50 liter per detik.
Untuk mengatasi kekurangan pasokan air akibat rusaknya sejumlah sumber mata air, pemerintah memutuskan membangun satu unit IPA tambahan di lokasi yang sama.
IPA baru tersebut juga memiliki kapasitas 50 liter per detik, sehingga total kapasitas pengolahan air di kawasan itu nantinya mencapai 100 liter per detik.
“Kita usahakan percepatan pembangunan. Mudah-mudahan sekitar Agustus atau September 2026 sudah bisa fungsional, dengan tambahan 50 liter per detik untuk masyarakat sekitar,” kata Dody.
Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas pengolahan air tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 11.000 kepala keluarga di tiga kecamatan di Tapanuli Utara.
“Nantinya total kapasitas menjadi 100 liter per detik dan dapat melayani sekitar 11.000 kepala keluarga di tiga kecamatan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara, Yenni Mulyadi, menyebutkan bahwa sembilan mata air yang sebelumnya digunakan masyarakat rusak akibat bencana.
Karena itu, pemerintah memutuskan membangun satu instalasi pengolahan air terpusat untuk menggantikan fungsi sumber air tersebut.
“Jadi ada sembilan sumber mata air yang terdampak bencana. Maka kita bangun satu instalasi yang dipusatkan untuk melayani kebutuhan air masyarakat,” ujar Yenni.
Menurutnya, meskipun sebagian warga masih menggunakan sumber mata air tersebut, kualitas airnya telah menurun dibandingkan sebelum bencana terjadi.
Air dari instalasi pengolahan nantinya akan diproses terlebih dahulu agar kualitasnya lebih baik sebelum disalurkan ke rumah-rumah warga melalui jaringan pipa.
Selain di Tapanuli Utara, Kementerian PU juga membangun beberapa instalasi pengolahan air di wilayah lain yang terdampak bencana, seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
Seluruh proyek pembangunan tersebut saat ini masih dalam proses dan ditargetkan rampung pada tahun ini.
“Setelah selesai, instalasi ini akan kami serahkan kepada pemerintah daerah untuk dikelola melalui PDAM,” pungkas Yenni. (dtc)
Editor : Editor Satu