MEDAN, METRODAILY – Upaya pencarian dan pendataan korban bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sejak akhir November 2025 hingga kini masih terus dilakukan.
Hingga Senin (2/2/2026), sebanyak 40 orang dilaporkan masih hilang dan belum ditemukan, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah.
Data tersebut berdasarkan laporan terbaru Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut per 2 Februari 2026 pukul 17.00 WIB.
Baca Juga: Rem Blong di Jalan Menurun, Mobil Muatan Duku Terjun ke Empang di Humbahas
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyebutkan data tersebut masih bersifat sementara dan terus diperbarui seiring proses pencarian di lapangan.
“Data ini merupakan update per 2 Februari 2026 pukul 17.00 WIB,” ujar Sri Wahyuni, dikutip dari Antara, Selasa (3/2/2026).
Dari total 40 korban yang dinyatakan hilang, Kabupaten Tapanuli Tengah mencatat jumlah tertinggi, yakni 33 orang hilang dan lima orang luka-luka. Sementara itu, rincian korban hilang di wilayah lain sebagai berikut:
-
Kabupaten Tapanuli Selatan: 4 orang hilang
-
Kabupaten Tapanuli Utara: 2 orang hilang
-
Kabupaten Humbang Hasundutan: 1 orang hilang
Baca Juga: Pemkab Tapteng Tekankan Percepatan Pemulihan Pascabencana
Adapun lima korban luka-luka saat ini masih menjalani perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Bencana hidrometeorologi yang dipicu cuaca ekstrem tersebut berdampak luas dan melanda 20 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Pusdalops BPBD Sumut mencatat daerah terdampak meliputi Kota Medan, Tebing Tinggi, Binjai, Padangsidimpuan, dan Sibolga.
Selain itu, bencana juga menerjang Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Tapanuli Utara, Asahan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, serta Batu Bara.
Baca Juga: Tambang Pasir Ilegal di DAS Sigeaon Segera Ditindak Polisi
Proses pencarian korban hilang masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, sementara pemerintah daerah fokus pada penanganan darurat dan pemulihan di wilayah terdampak. (net)