TAPSEL, METRODAILY – Kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak-anak pascabencana ditunjukkan Satuan Brimob Polda Sumatera Utara.
Personel Brimob menjemput dan mengantarkan anak-anak sekolah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (7/1/2025).
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan sejak pagi hari oleh empat personel Posko Utama Garoga, Batang Toru, sebagai respons atas keterbatasan akses transportasi umum yang belum pulih akibat dampak bencana alam.
Baca Juga: Brimob Bangun MCK untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Tolang Julu
Kondisi jalan dan sarana transportasi yang rusak menghambat aktivitas belajar mengajar, khususnya bagi anak-anak sekolah.
Untuk memastikan pendidikan tetap berjalan, personel Brimob turun langsung menjemput anak-anak dari rumah masing-masing dan mengantarkan mereka ke sekolah dengan aman.
Penjemputan dan pengantaran dipimpin oleh Briptu Ridho Ganda Manurung selaku personel Posko Utama Garoga.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari para orang tua serta masyarakat setempat.
Baca Juga: Amblas 3 Meter, Jalinsum Sipirok–Taput Lumpuh Total
Komandan Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut Kompol Zaenal Muhlisin menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara melalui Polri dalam menjamin hak dasar masyarakat, khususnya hak anak untuk mendapatkan pendidikan.
“Di tengah situasi pemulihan pasca banjir bandang dan tanah longsor, kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah. Pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan akses,” ujar Kompol Zaenal.
Ia menambahkan, misi kemanusiaan Brimob tidak hanya berfokus pada penanganan fisik pascabencana, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan, termasuk memberikan rasa aman serta dukungan moril bagi warga terdampak.
Baca Juga: Empat Hari Pascabanjir, Permukiman Bandar Tarutung di Tapsel Masih Tergenang
“Kehadiran personel Brimob di lapangan adalah wujud tanggung jawab kami untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani aktivitas normal, termasuk pendidikan anak-anak,” tegasnya. (rel/sya)
Editor : Editor Satu