Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kasus Super Flu Merebak, Warga Siantar Diminta Waspada

Editor Satu • Rabu, 7 Januari 2026 | 11:10 WIB
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. Dinas Kesehatan Pematangsiantar mengimbau warga waspada terhadap penyebaran Super Flu atau Influenza A (H3N2).
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. Dinas Kesehatan Pematangsiantar mengimbau warga waspada terhadap penyebaran Super Flu atau Influenza A (H3N2).

Dinkes Ingatkan Gejala Influenza A H3N2, Anak dan Lansia Rentan

SIANTAR, METRODAILY – Seiring merebaknya kasus Super Flu atau Influenza A (H3N2) Subclade K di sejumlah daerah di Indonesia, masyarakat Kota Pematangsiantar diminta meningkatkan kewaspadaan agar tidak tertular virus menular tersebut.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Misran, Senin (5/1).

“Super Flu atau Influenza A pada dasarnya sama seperti influenza biasa, hanya memiliki varian yang berbeda,” ujar Misran.

Ia menjelaskan, gejala Super Flu meliputi demam, batuk, pilek, sakit kepala, serta nyeri tenggorokan. Kelompok yang paling rentan tertular yakni anak-anak dan lanjut usia.

Baca Juga: Anton Klaim Banyak Capaian Kinerja 2025, Tekankan Disiplin dan Inovasi di 2026

Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Menurut Misran, setelah mendapatkan pengobatan, pasien umumnya dapat pulih dalam waktu sekitar tiga hari.

“Walaupun menular dari manusia ke manusia, masyarakat tidak perlu panik. Namun tetap harus menerapkan pola hidup sehat, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi sayur-mayur dan olahraga,” katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran, Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar telah menyampaikan informasi kepada seluruh Puskesmas agar diteruskan kepada masyarakat.

“Kami sudah menyampaikan kepada Puskesmas agar memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait Super Flu atau Influenza A (H3N2) Subclade K,” jelas Misran.

Baca Juga: Gugatan Perdata di PN Pematangsiantar Masih Didominasi Perceraian

Dinkes, lanjutnya, juga terus melakukan pemantauan situasi dengan berkoordinasi bersama Puskesmas dan rumah sakit.

“Antisipasi paling utama adalah menerapkan pola hidup sehat dan protokol kesehatan,” tegasnya.

Secara nasional, tercatat 62 kasus Influenza A (H3N2) Subclade K di delapan provinsi. Kasus tertinggi ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Varian ini kini dikenal luas sebagai Super Flu.

Data menunjukkan, mayoritas kasus menyerang anak-anak usia 1–10 tahun dengan proporsi sekitar 35 persen. Selain itu, perempuan mendominasi jumlah kasus, yakni sekitar 64 persen dari total temuan.

Baca Juga: Nataru 2025/2026, Mobilitas Warga Sumut Naik Tajam

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani SpA SubspRespi(K), menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini, terutama pada anak-anak.

“Paling baik adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang sakit, serta melakukan imunisasi influenza pada balita,” ujar dr Nastiti.

Ia juga mengingatkan pentingnya cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memperbanyak istirahat, minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera berkonsultasi ke dokter jika gejala memberat.

Baca Juga: Peduli Korban Bencana, TP PKK Siantar Salurkan Bantuan untuk Warga Sibolga

Dr Nastiti menegaskan bahwa vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif, baik untuk mencegah infeksi maupun menurunkan tingkat keparahan gejala, meski varian Subclade K memiliki tingkat penularan lebih tinggi.

“Vaksin influenza rutin dapat menurunkan angka kematian dan rawat inap hingga 70–75 persen pada anak dan sekitar 30–40 persen pada orang dewasa. Rekomendasinya, vaksin diberikan mulai usia 6 bulan,” pungkasnya. (net)

Editor : Editor Satu
#super flu H3N2 #Dinkes Pematangsiantar