TAPTENG, METRODAILY — Puluhan warga Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mengepung Kantor Camat Barus, Selasa (30/12/2025).
Aksi tersebut dipicu pernyataan Camat Barus Sanggam Panggabean di media sosial yang mengklaim penanganan pascabencana di Barus telah mencapai 90 persen.
Pernyataan tersebut dinilai warga tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Hingga kini, menurut warga, dampak bencana masih terasa dan belum ada pemulihan signifikan, baik pada infrastruktur maupun permukiman masyarakat.
“Katanya sudah 90 persen pulih, itu tidak benar. Dia hanya bicara yang enak-enak supaya terlihat baik di mata Pak Bupati,” ujar Muhiddin, salah seorang warga, saat ditemui di depan Kantor Camat Barus.
Baca Juga: Wali Kota Sibolga Serahkan Santunan Rp75 Juta kepada 30 Ahli Waris Korban Bencana
Keluhan serupa disampaikan Oppu, petugas Kelurahan Padang Masiang. Ia mengaku kecewa karena minimnya bantuan yang diterima warga, termasuk bantuan pangan yang dinilai jauh dari cukup.
“Bantuan yang kami terima hanya empat muk beras. Itu pun tidak merata. Kami di Kelurahan Padang Masiang tidak pernah tersentuh,” kata Oppu.
Ia juga menyinggung dugaan diskriminasi dalam pendistribusian logistik, di mana bantuan dinilai hanya diberikan kepada kelompok tertentu.
Kemarahan warga juga terekam dalam video yang diunggah Ramlan Manullang di akun Facebook miliknya. Dalam video tersebut, Ramlan menyebut klaim Camat Barus sebagai bentuk “adu domba” terhadap masyarakat.
Baca Juga: PNS Humbahas yang Viral Dibully Netizen, Dilantik Jadi Kepala BPKPD
“Kondisi jalan masih amblas, rumah warga rusak, lumpur masih menutup permukiman. Tidak ada perbaikan. Ini nol, bukan 90 persen,” tegas Ramlan dalam rekaman video saat berada di tengah kerumunan massa.
Dalam aksi tersebut, warga tidak berhasil menemui Camat Barus karena yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Atas pernyataan tersebut, warga mendesak Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu untuk segera mencopot Camat Barus dari jabatannya.
“Harapan kami, Camat harus diganti agar masyarakat merasa aman dan diperhatikan,” ujar warga lainnya.
Baca Juga: Banjir Kembali Rendam Tapteng, Masinton Desak Normalisasi Sungai dan Pembangunan Tanggul
Hingga berita ini diterbitkan, Camat Barus Sanggam Panggabean belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp ke nomor pribadinya juga belum mendapat tanggapan. (ts)
Editor : Editor Satu