Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Dishub Sumut Prediksi Puncak Arus Mudik Nataru 24–25 dan 27–28 Desember

Editor Satu • Jumat, 19 Desember 2025 | 10:30 WIB

 

Pelepasan peserta mudik gratis Pemko Sibolga.
Pelepasan peserta mudik gratis Pemko Sibolga.

MEDAN, METRODAILY – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Utara memprediksi arus mudik dan balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) akan terjadi dalam beberapa gelombang, dengan puncak pergerakan masyarakat yang relatif lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sekretaris Dishub Sumut Rochani Litiloly menyebutkan, puncak arus mudik pertama diperkirakan terjadi pada 24–25 Desember 2025.

Selain itu, terdapat potensi puncak arus mudik kedua pada 27–28 Desember 2025, terutama jika masyarakat memanfaatkan hari libur yang berdekatan dengan akhir pekan.

“Pola perjalanan masyarakat cenderung terbagi dalam beberapa gelombang. Jika ada hari libur tambahan atau hari terjepit, puncak kedua sangat mungkin terjadi,” ujar Rochani, Rabu (17/12/2025).

Sementara itu, arus balik diprediksi mencapai puncaknya pada 1–2 Januari 2026, kemudian disusul gelombang kedua pada 3–4 Januari 2026 yang bertepatan dengan akhir pekan.

Dalam periode Nataru 2025/2026, Dishub Sumut memperkirakan jumlah pergerakan orang yang masuk ke wilayah Sumatera Utara mencapai 5,53 juta orang, atau sekitar 4,63 persen dari total pergerakan nasional.

Angka tersebut mengalami penurunan signifikan hingga 40 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

“Penurunan ini dipengaruhi kondisi banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Banyak masyarakat memilih menunda perjalanan dan tetap berada di rumah demi keselamatan,” jelas Rochani.

Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan persentase 42,78 persen, disusul sepeda motor 18,41 persen.

Sementara moda lain seperti bus, mobil sewa, travel, kereta api, kapal penyeberangan, dan pesawat udara mencatatkan angka yang lebih rendah.

“Khusus angkutan udara, terdapat penurunan tipis dibandingkan tahun lalu,” tambahnya.

Dishub Sumut juga telah melakukan survei kondisi prasarana jalan pada 19–22 November 2025, sebelum terjadinya bencana banjir dan longsor. Survei dilakukan di jalur Merek yang meliputi Medan–Binjai–Kabanjahe–Tiga Panah.

Hasil survei menemukan enam titik rawan kemacetan dan kecelakaan, serta sejumlah ruas jalan yang berpotensi longsor, di antaranya Medan–Pancur Batu–Sibolangit, Simpang Tongko–Simpang Sinaman, Merek–Sidikalang, dan Pengururan–Dolok Sanggul.

Pasca bencana, Dishub Sumut mencatat tiga koridor jalan nasional masih terputus, yakni Tarutung–Sibolga, Sibolga–Batang Toru, dan Batang Toru–Singkuang.

Meski demikian, akses menuju Kota Sibolga masih dapat ditempuh melalui jalur alternatif Sidikalang–Subulussalam atau Manduamas–Sibolga.

Dishub Sumut mengimbau masyarakat agar memantau informasi terkini kondisi jalan dan lalu lintas, serta menyusun rencana perjalanan secara matang guna meminimalkan risiko kecelakaan selama libur Nataru.

“Untuk penanganan akses jalan yang terputus, saat ini masih dalam tahap imbauan dan penyesuaian di lapangan,” pungkas Rochani. (smg)

 

Editor : Editor Satu
#puncak arus mudik #mudik nataru