TAPTENG, METRODAILY – Dua pekan setelah banjir bandang menghantam Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), situasi di pos pengungsian Gedung Serbaguna Pandan makin memprihatinkan.
Puluhan pengungsi mulai jatuh sakit akibat buruknya sanitasi, lingkungan lembap, dan minimnya pasokan air bersih.
Ratusan warga yang bertahan di gedung itu mengeluhkan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Air bersih yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pengungsi, sehingga mereka tidak bisa mandi, mencuci pakaian, atau memasak dengan layak.
“Kami sangat membutuhkan air bersih. Kami tidak bisa mandi, tidak bisa mencuci, dan tidak bisa memasak,” kata Lailin, salah seorang pengungsi, Rabu.
Baca Juga: Anggota DPR Temukan Pengungsian Tak Layak di Tapteng–Sibolga
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesehatan. Petugas perawat Puskesmas Pandan, Shinta Panggabean, menyebut jumlah pasien terus meningkat. Hingga kini tercatat sekitar 60 warga mengalami diare, gatal-gatal, demam, batuk, dan pilek.
“Jumlah yang sakit bertambah karena sanitasi tidak memadai,” ujar Shinta. Ia memastikan ketersediaan obat di Puskesmas Pandan masih aman, namun menekankan kebutuhan mendesak lain seperti air bersih dan selimut agar kondisi kesehatan tidak semakin menurun.
Para pengungsi berharap pemerintah bergerak cepat. Banyak di antara mereka mengaku tak sanggup bertahan lebih lama jika situasi tidak segera membaik.
“Kami sangat membutuhkan bantuan. Kami tidak bisa bertahan lama dalam kondisi seperti ini,” ujar Lailin.
Baca Juga: Tangis di Tengah Bencana: Kisah Bayi yang Lahir di Pengungsian Tapanuli Tengah
Pemerintah daerah disebut tengah melakukan pendataan tambahan untuk mempercepat penyaluran bantuan, khususnya pasokan air bersih, selimut, serta pembangunan fasilitas sanitasi darurat. (net)
Editor : Editor Satu