Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Status Darurat Bencana di Sumut Resmi Diperpanjang, 18 Daerah Masih Tak Aman

Editor Satu • Rabu, 10 Desember 2025 | 15:20 WIB

 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumut yang juga Ketua Harian Posko Darurat Bencana Sumut, Basarin Yunus Tanjung, memimpin secara daring Rapat Evaluasi Penanganan Bencana.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumut yang juga Ketua Harian Posko Darurat Bencana Sumut, Basarin Yunus Tanjung, memimpin secara daring Rapat Evaluasi Penanganan Bencana.

MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi merekomendasikan perpanjangan masa Tanggap Darurat Banjir dan Longsor selama dua minggu ke depan.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Evaluasi Penanganan Bencana setelah laporan menunjukkan 18 kabupaten/kota masih berada dalam kondisi belum aman.

Ketua Harian Posko Darurat Bencana Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menyatakan bahwa perpanjangan status darurat penting dilakukan untuk memastikan percepatan dan penyempurnaan seluruh langkah penanganan di daerah terdampak.

“Kita merekomendasikan untuk memperpanjang status darurat bencana di beberapa kabupaten selama dua minggu ke depan. Dari rapat evaluasi, masih ada 18 kabupaten/kota yang belum menyatakan daerahnya aman dari ancaman bencana ini,” ujar Basarin Yunus Tanjung di Posko Darurat Bencana Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Rabu (10/12/2025).

Basarin menegaskan bahwa sejumlah wilayah membutuhkan perhatian intensif, termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang masih diguyur hujan deras. Kondisi seperti di Desa Garoga menjadi indikator bahwa langkah tanggap darurat belum dapat dihentikan.

Adapun daerah yang direkomendasikan untuk memperpanjang status darurat meliputi Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Sibolga, dan Kabupaten Langkat. Dalam rapat tersebut, pemerintah juga menyiapkan strategi distribusi logistik mengantisipasi prakiraan cuaca ekstrem.

“Kami mempersiapkan langkah distribusi logistik, baik dari posko di provinsi hingga kabupaten, untuk menghadapi prakiraan curah hujan yang cukup tinggi antara 8 hingga 15 Desember 2025,” kata Basarin.

Saat ini, prioritas penanganan mencakup percepatan pelayanan pengungsi, pemulihan fasilitas publik, serta pemulihan layanan pendidikan agar kegiatan belajar-mengajar dapat kembali normal.

“Pemulihan fasilitas yang belum normal dan percepatan bagi para pengungsi, termasuk pelayanan kesehatan dan pendidikan, sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Pemulihan jaringan vital seperti listrik, air bersih, dan jalur distribusi bantuan juga terus dikebut. Akses menuju beberapa desa tercatat masih sangat terbatas karena hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki. (rel/dis)

 
Editor : Editor Satu
#bencana Sumut #darurat banjir diperpanjang