MEDAN, METRODAILY — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara merilis data terbaru dampak bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem di 18 kabupaten/kota.
Hingga 5 Desember 2025 pukul 17.00 WIB, tercatat 403.081 KK atau 1.515.240 jiwa terdampak, dengan 38.932 jiwa masih mengungsi, serta 314 korban meninggal dan 160 warga dilaporkan hilang.
Data dihimpun dari BPBD kabupaten/kota dan diolah oleh Pusdalops BPBD Sumut.
Daerah dengan Korban Terbanyak
Tiga daerah dengan dampak terparah meliputi:
-
Tapanuli Tengah
- Terdampak: 296.453 jiwa
- Pengungsi: 8.774 jiwa
- Meninggal: 89 jiwa
- Hilang: 109 jiwa
-
Tapanuli Selatan
- Terdampak: 279.974 jiwa
- Pengungsi: 6.971 jiwa
- Meninggal: 84 jiwa
- Hilang: 31 jiwa
-
Langkat
- Terdampak: 289.432 jiwa
- Pengungsi: 11.350 jiwa
- Meninggal: 11 jiwa
Sementara itu, Sibolga dan Humbang Hasundutan mencatat korban meninggal masing-masing 53 dan 9 jiwa. Medan melaporkan 12 korban meninggal.
Wilayah yang Sudah Menyelesaikan Masa Tanggap Darurat
Sejumlah daerah telah menyelesaikan status tanggap darurat, yakni:
- Padangsidimpuan
- Binjai
- Nias
- Tebing Tinggi
- Asahan
Sebagian wilayah lainnya masih berada dalam status SK Tanggap Darurat, termasuk Tapanuli Utara, Tapteng, Tapsel, Medan, Deli Serdang, Langkat, Nias Selatan, dan Batubara.
Daerah dengan Warga Sudah Kembali ke Rumah
Beberapa kabupaten mencatat bahwa pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing, antara lain:
- Mandailing Natal (0 pengungsi tersisa)
- Asahan
- Batubara
Baca Juga: 102 Lokasi Bencana Terpetakan di Tapteng–Sibolga, 57 Titik Masih Terisolir Tanpa Bantuan
Rekapitulasi Total Dampak Bencana Sumut
| Keterangan | Total |
|---|---|
| KK terdampak | 403.081 KK |
| Jiwa terdampak | 1.515.240 jiwa |
| Pengungsi | 38.932 jiwa |
| Luka-luka | 9.730 jiwa |
| Meninggal | 314 jiwa |
| Hilang | 160 jiwa |
BPBD Sumut menyatakan bahwa pendataan masih terus berjalan seiring proses evakuasi, distribusi bantuan, dan penanganan darurat di wilayah yang jalur logistiknya masih terputus. (Rel/mea)