Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Seorang Ibu Bentak-bentak saat Gibran Kunjungi Pengungsi Banjir Batangtoru

SAMMAN • Jumat, 5 Desember 2025 | 17:45 WIB
Seorang ibu, pengungsi asal Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batangtoru menghampiri Wapres Gibran dalam kunjungannya pasca banjir melanda daerah ini, Kamis (4/12/2035). (Samman/MetroDaily)
Seorang ibu, pengungsi asal Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batangtoru menghampiri Wapres Gibran dalam kunjungannya pasca banjir melanda daerah ini, Kamis (4/12/2035). (Samman/MetroDaily)

TAPSEL, METRODAILY - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming mengunjungi pengungsi korban banjir sungai Aek Garoga yang ditempatkan di Desa Batuhula, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (4/12/2025).

Sebelum Gibran beranjak, seorang ibu membentak-bentak karena ingin berkeluh kesah kepada orang nomor 2 di Indonesia itu.

Ibu yang merupakan pengungsi asal Desa Aek Ngadol Sitinjak ini, marah saat merasa dihalangi pasukan pengamanan presiden (Paspampres).

“Gara-gara kau ini, kau halangi aku, kan?. Aku hanya mau manjalang (menyalam), woh. Menyalam saja nggak boleh?,” bentak ibu separuh baya itu kepada salah seorang petugas, ketika Gibran ingin beranjak dan menaiki mobil.

Ibu yang bernama Erlina Tanjung itu kemudian menggerutu. Memencak-mencak kepada petugas yang menahannya di pinggir jalan. Padahal ia ingin menyampaikan sedikit keluhan. Petugas lainnya pun akhirnya mempersilakannya, dengan penjagaan ketat.

“Rumah dan pertanianku di sana, Aek Ngadol Sitinjak. Jangan lupa bantu kami ya, Pak. Semua hanyut, nggak ada lagi,” keluhnya.

Dengan nada tinggi, ibu ini kemudian meminta agar jangan dihalangi lagi dia yang ingin bertemu dengan Wapres.

“Bilang kirim salamku sama Pak Jokowi, dia orang baik, ya. Namaku Erlina Tanjung, jangan dilarang-larang aku bersalaman sama kau. Aku ingin jumpa sama kau, iya” kata ibu yang mengenakan kerudung kuning itu kepada Gibran dengan nada membentak.

Wapres Gibran hanya mengangguk. Dan sedikit senyum. Ia pun berterima kasih, kemudian memohon undur diri dari ibu tersebut.

“Sabar ya bu. Terima kasih,” sahutnya.

Sebelumnya, dalam menemui para pengungsi di Posko PTAR Batuhula, Wapres Gibran menyampaikan ungkapan duka. Wapres juga memastikan akan menjamin kesehatan dan keberlangsungan pendidikan anak-anak pengungsi.

“Saya juga ingin pastikan ya Pak. Pengungsi mendapatkan pelayanan dengan baik. Banyak yang korban, masalah sekolah, itu juga kita perhatikan,” katanya didampingi Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu di depan para pengungsi.

Sebelumnya, pada Selasa (25/22/2025) lalu, banjir bandang Aek Garoga telah menyapu tiga desa di Kecamatan Batangtoru.

Dengan korban jiwa yang mencapai 46 orang, dan sampai hari ini puluhan orang masih hilang. Banjir bandang ini juga menghilangkan Desa Garoga, dari kondisi awalnya. (SAN)

Editor : Editor Satu
#banjir batangboru #banjir bandang #Banjir Tapsel #gibran