TAPTENG, METRODAILY – Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Sumatera Utara, Senin (1/12/2025), untuk memastikan percepatan penanganan banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumut dan Aceh.
Kehadiran Presiden di lapangan menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat bergerak penuh dalam mengatasi situasi darurat tersebut.
Setibanya di Bandara Kualanamu, Presiden tanpa jeda langsung menuju Helikopter H-2223. Dua helikopter TNI AU lainnya—HT-7202 dan H-2215—ikut mengawal penerbangan menuju wilayah terdampak yang masih sulit dijangkau melalui jalur darat akibat banyaknya akses yang terputus.
Di lokasi bencana, Presiden Prabowo didampingi Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Gubernur Sumut Bobby Nasution, dan Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto.
Presiden meninjau langsung kerusakan, mendengarkan laporan situasi terkini, serta mengecek kendala distribusi bantuan yang masih terhambat.
“Banyak jalur masih terputus, tapi kita segera melakukan segala upaya untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami,” tegas Presiden.
Salah satu kendala terbesar adalah kelangkaan BBM yang sangat dibutuhkan untuk pengoperasian alat berat, kendaraan evakuasi hingga distribusi logistik.
Presiden memastikan pemerintah pusat telah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat pemulihan akses.
Kapal besar dilaporkan sudah berhasil merapat di Pelabuhan Sibolga, mengamankan suplai tambahan BBM ke wilayah terdampak.
Sementara itu, pesawat Hercules TNI AU terus diterbangkan setiap hari membawa kebutuhan pokok dan logistik penyelamatan ke titik-titik yang masih memungkinkan untuk didarati.
“Sekarang masalah BBM tadi, kita kapal besar sudah bisa merapat di Sibolga. Hercules juga terus kita kerahkan, mungkin tiap hari di beberapa titik yang bisa didaratkan,” kata Prabowo.
Presiden juga mengapresiasi kerja keras seluruh petugas dan relawan di lapangan, mulai dari TNI, Polri, Kementerian PUPR, BNPB hingga unsur pemerintah daerah dan masyarakat.
“Saya kira saya terima kasih sama semua instansi, TNI Polri, PU, BNPB, juga bekerja dengan baik,” ujarnya.
Menurut Presiden, koordinasi yang solid dari seluruh unsur menjadi faktor utama untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak bencana. (Rel)