PINANGSORI, METRODAILY — Bencana banjir melanda Paroki Pinangsori, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, membuat wilayah ini terisolir total.
Pastor Adytia Perangin-angin menyampaikan bahwa akses jalan dari Sibolga maupun Padangsidimpuan terputus, sehingga distribusi bahan pangan dan bahan bakar sama sekali terhenti.
“Sudah tiga hari listrik dan internet padam. Stok makanan dan bahan bakar sangat langka,” ujar Pastor Adytia, Jumat (28/11/2025).
Pastoran setempat kini menjadi tempat penampungan bagi warga yang rumahnya terendam banjir total, terutama dari Desa Parjalihotan.
Saat tiba di pastoran, para pengungsi hanya membawa pakaian yang melekat di badan. Total ada sekitar 150 jiwa yang mengungsi di pastoran tersebut, termasuk bayi, lansia, dan keluarga dengan kondisi rentan.
Menurut Pastor Adytia, kebutuhan mendesak warga meliputi bahan makanan, pakaian, perlengkapan tidur, serta obat-obatan untuk anak-anak dan lansia.
Ia bahkan harus mengirimkan laporan menggunakan sepeda motor ke perbatasan Tapanuli Selatan untuk meminta bantuan, karena jaringan komunikasi di Pinangsori putus total.
“Kami memiliki uang, tapi barang-barang sudah langka. Kami berusaha sebaik mungkin memberi makan dan perawatan bagi pengungsi di pastoran,” katanya.
Pastor Adytia juga memohon doa dan perhatian dari pemerintah serta masyarakat luas agar bantuan darurat segera dikirimkan ke lokasi terdampak. “Doa dan pengharapan sangat berarti bagi kami saat ini,” ujarnya.
Hingga saat ini, komunitas pastoran berupaya bertahan di tengah kondisi darurat. Namun keterbatasan logistik dan isolasi wilayah membuat mereka sangat membutuhkan intervensi cepat dari pihak berwenang untuk menghindari krisis pangan dan kesehatan yang lebih parah. (Fb/mea)
Editor : Editor Satu